SuaraSumut.id - Soleh Solihun turut angkat bicara soal isu terkini yang menjadi pembicaraan hangat publik, mulai dari Ketua KPK diduga memeras hingga Mahkamah Konstitusi (MK) melanggar etika.
"Ketua KPK-nya diduga memeras, MK-nya diduga menyalahi etika," tulisnya di akun X @solehsolihun, dilihat Jumat (27/10/2023).
Dirinya menyampaikan atas kondisi yang terjadi menunjukkan masih adanya kesabaran publik.
"Sungguh sabar sekali ya kita," ungkapnya.
Baca Juga:Asian Para Games 2022: Leani/Khalimatus Tutup Perjuangan Para Bulu Tangkis dengan Medali Emas
Pernyataan Soleh Solihun seketika ramai mendapatkan tanggapan dari warganet. Ada yang ikut mengkritik.
"Ketua MK nya diperiksa, yang meriksa dia yang lantik, kurang absurd apalagi negara ini," ujar warganet.
"Sabar tingkat dewa," kata warganet lainnya.
"Bukan sabar, lebih ke bodo amat," ungkap warganet.
Namun demikian, ada juga warganet yang menanggapinya dengan candaan.
Baca Juga:Ada Kabar Gembira Buat Rakyat Miskin Agar Bisa Beli Rumah
"Sabar... Sabaaaaar... Dipanggil Soleh nih," celetuk warganet.
Diketahui, dua isu mengenai dugaan pemerasan Ketua KPK Firly Bahuri dan pelanggaran etik MK menyita perhatian masyarakat.
Pada Kamis 26 Oktober 2023, rumah nomor 46 di Jalan Kartenegara, Jakarta Selatan yang digunakan Ketua KPK Firli Bahuri sebagai safe house, digerebek polisi.
Sementara, MK membentuk MKMK secara Ad Hoc lantaran adanya sejumlah laporan perihal putusan batas usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih mengatakan pihaknya menerima setidaknya tujuh laporan perihal putusan tersebut.