Contoh: Kawasaki H1 Mach III dijuluki "Widowmaker" karena kecepatannya yang ekstrem, menjadikannya legenda.
- Kelangkaan dan Eksklusivitas
Banyak motor 2 tak antik diproduksi dalam jumlah terbatas, seperti Bimota V Due (hanya 120 unit) atau Yamaha TZ750 (motor balap langka).
Produksi motor 2 tak untuk penggunaan jalan raya hampir berhenti karena regulasi emisi modern, membuat model antik semakin langka dan berharga.
Keaslian komponen, seperti nomor mesin orisinal, meningkatkan nilai koleksi.
- Nilai Investasi
Motor 2 tak antik sering dianggap sebagai investasi karena harganya terus meningkat di pasar lelang. Misalnya, Suzuki RG500 Gamma bisa mencapai $25.000, sementara model langka seperti TZ750 bahkan lebih mahal.
Permintaan tinggi dari kolektor global dan pasokan terbatas mendorong kenaikan harga, terutama untuk unit dalam kondisi baik atau terdokumentasi.
- Estetika dan Desain Ikonik
Desain motor 2 tak antik, seperti tangki krom, garis bodi klasik, atau grafis retro, memiliki daya tarik estetis yang timeless.
Motor seperti Vespa 2 tak atau Honda CB77 sering dianggap sebagai karya seni otomotif, cocok untuk dipamerkan di pameran atau museum.
- Komunitas dan Gaya Hidup
Kolektor sering tergabung dalam komunitas penggemar motor antik, seperti klub motor klasik atau acara seperti Distinguished Gentleman’s Ride.
Mengoleksi motor 2 tak menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup.
Proses restorasi atau perburuan suku cadang asli juga memberikan kepuasan tersendiri bagi kolektor.
- Koneksi dengan Sejarah Balap