Cek, Curiga, dan Cancel, agar Terhindar dari Penipuan Online

Pesan sering menyertakan link phishing yang mengarahkan korban ke situs palsu.

Suhardiman
Rabu, 19 November 2025 | 10:50 WIB
Cek, Curiga, dan Cancel, agar Terhindar dari Penipuan Online
Ilustrasi penipuan online (freepik.com)
Baca 10 detik
  • Transaksi belanja online yang meningkat mendorong kenaikan kasus penipuan berkedok layanan pengiriman.
  • Laporan resmi mencatat ribuan aduan terkait phishing, situs tiruan, dan QR code penarikan dana.
  • Masyarakat perlu mengecek informasi, bersikap curiga, dan membatalkan interaksi yang meragukan.

SuaraSumut.id - Seiring meningkatnya transaksi belanja online, risiko kejahatan siber seperti phishing, penipuan pengiriman paket, dan rekayasa sosial (social engineering) ikut meningkat.

Kondisi ini menuntut perusahaan logistik untuk mengambil peran lebih aktif dalam meningkatkan kesadaran publik, terutama terkait perlindungan data pribadi dan keamanan transaksi.

Laporan terbaru Patroli Siber Polri mencatat lebih dari 14.000 aduan penipuan online yang melibatkan berbagai modus berkedok layanan pengiriman.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk menerapkan tiga langkah sederhana dalam menghadapi potensi penipuan digital:

- Cek: Selalu periksa kembali kebenaran informasi, link, atau informasi yang diterima dalam bentuk
apapun.

- Curiga: Waspada terhadap detail yang mencurigakan, terutama permintaan data pribadi atau permintaan transfer sejumlah dana.

Wajib curiga jika detail resi tidak sesuai pesanan atau merasa tidak pernah memesan
paket tersebut.

- Cancel: Hentikan interaksi, abaikan, dan jangan klik link atau memberikan data jika merasa ragu
atau curiga.

Modus Penipuan yang Sering Mengatasnamakan Pengiriman Paket

Dalam berbagai laporan masyarakat, muncul sejumlah pola penipuan yang sering berulang:

1. Pesan Palsu melalui WhatsApp atau SMS

Penipu mengirimkan pemberitahuan palsu terkait pengiriman paket yang dikirim langsung ke nomor
WhatsApp konsumen atau SMS. Pesan sering menyertakan link phishing yang mengarahkan korban ke situs palsu.

2. Website Tiruan

Modus ini menggunakan wesite tiruan yang menipu korban untuk melakukan transaksi seolah di kanal resmi perusahaan.

3. QR Code Penarikan Dana

Korban diminta memindai QR yang disebut sebagai biaya tambahan atau pengembalian dana. Faktanya, QR tersebut justru menarik dana korban apabila dilakukan scan.

Dengan meningkatnya kecanggihan teknik penipuan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang datang secara tiba-tiba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini