Rumah Korban Banjir Pidie Jaya Masih Tertimbun Lumpur, Ini Harapan Warga

Warga korban banjir di Pidie Jaya yang terdampak banjir bandang dan longsor masih berjuang memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.

Riki Chandra
Jum'at, 09 Januari 2026 | 19:35 WIB
Rumah Korban Banjir Pidie Jaya Masih Tertimbun Lumpur, Ini Harapan Warga
Rumah warga masih tertimbun lumpur di Desa Blang Cut, Pidie Jaya. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Warga Pidie Jaya, Aceh, berharap rumah tertimbun lumpur segera dibersihkan.

  • Ratusan jiwa masih mengungsi akibat dampak banjir bandang.

  • Warga butuh alat berat dan bantuan relawan pembersihan.

     

SuaraSumut.id - Warga korban banjir di Pidie Jaya yang terdampak banjir bandang dan longsor masih berjuang memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.

Hingga Jumat (9/1/2025), sejumlah rumah di beberapa gampong dilaporkan masih tertimbun lumpur dengan ketebalan bervariasi. Hal ini membuat aktivitas warga belum bisa kembali normal. Harapan utama masyarakat saat ini adalah percepatan pembersihan rumah agar dapat segera ditempati kembali.

Keuchik atau Kepala Desa Blang Cut, Muhammad Jamin, menyampaikan bahwa korban banjir Pidie Jaya sangat membutuhkan bantuan pembersihan lumpur.

Menurutnya, warga tidak sanggup jika hanya mengandalkan tenaga sendiri untuk membersihkan rumah yang tertimbun material banjir.

“Saat ini yang warga butuhkan adalah pembersihan rumah, karena jika hanya mengandalkan tenaga masing-masing pemilik rumah tidak sanggup,” kata Muhammad Jamin.

Ia menjelaskan, kondisi gampong yang dipimpinnya hingga kini masih dipenuhi lumpur. Rumah-rumah warga tertimbun dengan ketinggian yang berbeda-beda, sehingga memerlukan penanganan menggunakan alat berat.

Sejumlah pihak disebut telah mulai melakukan pembersihan akses jalan yang sebelumnya tidak dapat dilalui.

“Saat ini berbagai pihak juga sedang melakukan pembersihan jalan yang tidak dapat diakses karena tertimbun lumpur. Alat berat juga sudah dikerahkan untuk pembersihan jalan,” katanya.

Dampak banjir bandang tersebut membuat ratusan warga terpaksa mengungsi. Muhammad Jamin menyebutkan, sebanyak 435 jiwa penduduk Gampong Blang Cut meninggalkan rumah mereka karena tidak bisa ditempati.

“Warga malam hari mengungsi ke Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya dan pada pagi hingga sore pulang ke kampung untuk melihat apa yang bisa dikerjakan,” katanya.

Lebih lanjut, pihak desa berharap agar lumpur di sekitar perkarangan rumah warga dapat segera dikeruk dan diangkut menggunakan alat berat. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pembersihan bagian dalam rumah dapat dilakukan.

“Kami juga berharap ada bantuan cangkul, sekop dan gerobak tangan agar masyarakat dapat membersihkan rumah dan berharap akan ada relawan yang ikut membantu nantinya,” katanya.

Selain faktor keterbatasan tenaga dan peralatan, waktu juga menjadi perhatian warga. Muhammad Jamin menambahkan, pembersihan rumah diharapkan bisa segera dilakukan karena tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.

“Kami berharap saat Ramadhan tiba dapat tinggal di rumah walau dalam keadaan keterbatasan,” katanya.

Harapan serupa juga disampaikan Rohana, warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu. Ia mengatakan lumpur masih menutup halaman rumah dan perlu segera dikeruk.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini