- Memberi jeda satu hingga dua menit setelah aplikasi cushion agar menyatu sebelum menambahkan bedak.
- Bedak tabur diaplikasikan terlebih dahulu pada zona berminyak menggunakan teknik menepuk perlahan, bukan menggeser.
- Bedak padat hanya digunakan secara terbatas pada area tertentu untuk merapikan tanpa menghilangkan kilau alami.
SuaraSumut.id - Makeup berbasis cushion semakin populer karena praktis, ringan, dan memberikan hasil natural. Namun, agar makeup tahan lama, banyak orang menambahkan bedak tabur dan bedak padat sebagai pengunci. Sayangnya, tanpa teknik yang tepat, kombinasi ini justru bisa membuat wajah terlihat cakey, terlalu matte, atau tidak menyatu dengan kulit.
Padahal, jika diaplikasikan dengan urutan dan teknik yang benar, perpaduan cushion dengan bedak tabur dan bedak padat dapat menghasilkan tampilan makeup yang halus, rapi, serta tahan seharian. Berikut cara mengombinasikan ketiganya agar hasil makeup tetap flawless dan nyaman digunakan.
Pastikan Cushion Benar-Benar Menyatu dengan Kulit
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memberi waktu pada cushion untuk menyatu dengan kulit. Setelah mengaplikasikan cushion menggunakan puff, tunggu sekitar 1–2 menit sebelum menambahkan bedak. Waktu jeda ini penting karena cushion mengandung pelembap dan foundation cair. Jika langsung ditimpa bedak, lapisan makeup bisa bergeser dan menggumpal. Teknik ini membantu base makeup lebih stabil dan tidak mudah retak.
Gunakan Bedak Tabur sebagai Pengunci Utama
Bedak tabur berfungsi untuk mengunci kelembapan cushion tanpa menambah ketebalan. Aplikasikan bedak tabur terlebih dahulu, terutama pada area T-zone (dahi, hidung, dan dagu) yang cenderung berminyak. Gunakan kuas fluffy atau puff, lalu tepuk perlahan, bukan digeser, agar bedak menempel merata tanpa merusak base.
Gunakan Tekanan Ringan saat Mengaplikasikan Bedak
Kesalahan umum adalah menekan puff terlalu keras. Tekanan berlebih dapat mengangkat cushion dan membuat makeup tampak tebal. Sebaliknya, gunakan sentuhan ringan dan bertahap, terutama jika Anda menginginkan hasil makeup natural ala “second skin”.
Bedak Padat Digunakan Terbatas sebagai Finishing
Bedak padat sebaiknya digunakan hanya pada area tertentu, seperti pipi bagian luar, rahang, atau bawah mata jika diperlukan. Fungsinya lebih ke arah merapikan dan memperhalus tekstur, bukan sebagai lapisan utama. Aplikasikan tipis menggunakan spons kering atau kuas kecil agar tidak menghilangkan kilau alami dari cushion.
Pilih Shade Bedak yang Senada dengan Cushion
Perbedaan warna antara cushion dan bedak bisa membuat wajah tampak abu-abu atau belang. Oleh karena itu, pilih bedak dengan undertone dan tingkat kecerahan yang senada dengan cushion. Jika ragu, bedak translucent bisa menjadi pilihan aman karena tidak mengubah warna base makeup.
Hindari Layer Berlebihan agar Tidak Cakey
Makeup yang tahan lama bukan berarti harus berlapis-lapis. Cukup satu lapisan tipis bedak tabur dan sentuhan bedak padat di area tertentu. Layer berlebihan justru membuat makeup mudah pecah, menumpuk di garis halus, dan terasa berat di kulit.
Mengombinasikan cushion dengan bedak tabur dan bedak padat membutuhkan teknik yang tepat, bukan sekadar menumpuk produk. Dengan urutan yang benar, tekanan ringan, serta pemilihan produk sesuai jenis kulit, makeup dapat terlihat natural, rapi, dan tahan lama tanpa kesan berlebihan.