- Pelek jari-jari unggul menyerap benturan karena struktur jari-jarinya yang lentur mendistribusikan energi tumbukan.
- Perbaikan pelek jari-jari lebih sederhana dan murah sebab komponennya dapat diganti satu per satu.
- Struktur pelek jari-jari mengandalkan tegangan tarik menjadikannya kuat dan ideal untuk medan berat.
SuaraSumut.id - Dalam dunia otomotif roda dua, khususnya sepeda motor, perdebatan antara pelek jari-jari dan pelek alloy tak pernah benar-benar berakhir.
Pelek alloy sering diasosiasikan dengan tampilan modern, bobot ringan, serta kemudahan perawatan. Namun di balik desain klasiknya, pelek jari-jari justru menyimpan keunggulan teknis yang membuatnya tetap relevan hingga kini, terutama untuk kebutuhan berkendara di medan berat dan kondisi ekstrem.
Tak heran jika motor adventure, trail, hingga motor klasik masih setia menggunakan pelek jari-jari. Lalu, apa saja kelebihan pelek jari-jari dibandingkan pelek alloy? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Tahan Benturan Lebih Baik
Keunggulan utama pelek jari-jari terletak pada kemampuannya menyerap benturan. Struktur jari-jari (spoke) bekerja layaknya sistem pegas. Saat roda menghantam lubang, batu, atau permukaan jalan tidak rata, setiap jari-jari akan sedikit melentur dan mendistribusikan energi benturan ke seluruh roda.
Sebaliknya, pelek alloy memiliki struktur solid dan kaku. Benturan keras, terutama pada kecepatan tinggi, berisiko menyebabkan retakan atau bahkan pecah. Kerusakan ini sering kali tidak terlihat secara kasat mata, namun dapat membahayakan keselamatan berkendara.
Pada pelek jari-jari, kerusakan biasanya bersifat lokal, seperti jari-jari putus atau pelek sedikit melenceng, yang masih memungkinkan roda tetap berfungsi hingga dilakukan perbaikan.
2. Lebih Mudah Diperbaiki
Pelek jari-jari terdiri dari beberapa komponen utama: hub, jari-jari, dan rim. Jika terjadi kerusakan, mekanik cukup mengganti bagian yang bermasalah tanpa harus mengganti keseluruhan roda.
Penyetelan ulang (truing) pelek jari-jari juga relatif mudah dan bisa dilakukan di bengkel sederhana, bahkan di lokasi perjalanan darurat. Ini menjadi alasan kuat mengapa pelek jari-jari masih menjadi pilihan utama untuk perjalanan jauh dan off-road.
Sebaliknya, pelek alloy yang bengkok atau retak membutuhkan proses perbaikan rumit seperti pengelasan khusus. Risiko kegagalan struktur pasca-perbaikan juga cukup tinggi, sehingga sering kali solusi terbaik adalah mengganti pelek baru dengan biaya yang jauh lebih mahal.
3. Struktur Lebih Kuat dan Efisien
Dari sisi rekayasa, pelek jari-jari memanfaatkan prinsip tegangan tarik (tension), bukan tekanan. Setiap jari-jari menahan beban secara merata dalam pola geometris segitiga, sehingga menghasilkan struktur yang sangat kuat dengan penggunaan material minimal.
Untuk menyamai kekuatan ini, pelek alloy harus menggunakan material yang lebih tebal, yang pada akhirnya menambah bobot. Hal ini menjadi kelemahan tersendiri bagi motor yang membutuhkan keseimbangan antara kekuatan dan fleksibilitas, terutama di jalur ekstrem.
4. Ideal untuk Off-road dan Touring Jarak Jauh