- Isra Miraj adalah peristiwa monumental Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha sarat makna.
- Meneladani peristiwa ini meliputi pemahaman hikmah, menjaga konsistensi, dan meningkatkan kekhusyukan ibadah.
- Pengamalan nilai Isra Miraj mencakup memperbanyak doa, menanamkan ikhlas, dan memperbaiki akhlak sehari-hari.
6. Menanamkan sikap ikhlas dan tawakal
Lakukan setiap ibadah dengan niat yang murni karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau penilaian manusia. Dengan keikhlasan dan sikap berserah diri, ibadah akan terasa lebih ringan dan bermakna.
7. Mengajak keluarga dan lingkungan untuk beribadah bersama
Menciptakan suasana ibadah yang kondusif bersama keluarga atau teman dapat saling menguatkan dan memotivasi. Kebersamaan dalam beribadah juga mampu mempererat hubungan sosial dan membangun lingkungan yang lebih religius.
8. Melakukan evaluasi dan refleksi diri
Setelah beribadah, luangkan waktu untuk menilai diri sendiri. Renungkan apakah ibadah yang dilakukan sudah maksimal dan apa saja yang bisa diperbaiki ke depannya agar kualitas ibadah semakin meningkat.
9. Menjaga shalat sebagai prioritas utama
Isra Miraj mengajarkan pentingnya shalat sebagai kewajiban langsung dari Allah SWT. Menjadikan salat sebagai prioritas, baik dalam kondisi sibuk maupun santai, membantu membentuk kedisiplinan dan kesadaran spiritual dalam setiap aktivitas.
10. Memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari
Teladan Rasulullah SAW bukan hanya terlihat dalam ibadah, tetapi juga dalam sikap dan perilaku. Menjaga tutur kata, bersikap jujur, sabar, dan rendah hati merupakan wujud nyata pengamalan nilai Isra Miraj dalam kehidupan sosial.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, nilai-nilai Isra Miraj tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap, ibadah, dan perilaku sehari-hari. [Antara]