Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat

Selain itu, warga juga kesulitan berbelanja kebutuhan sehari-hari karena kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas di jalan licin berlumpur.

Suhardiman
Minggu, 18 Januari 2026 | 12:45 WIB
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
Situasi ruas jalan utama masuk ke Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan yang masih tergenang air berlumpur pasacabanjir 25 November 2025. (ANTARA-Kodir Pohan)
Baca 10 detik
  • Banjir bandang dan longsor akhir November 2025 di Tapsel sebabkan lumpuh akses jalan desa.
  • Lumpur tebal menutupi puluhan hektare kebun sawit warga sehingga menghambat panen.
  • Warga Bandar Tarutung mengharapkan penimbunan badan jalan sepanjang 300 meter untuk normalisasi akses.

SuaraSumut.id - Warga Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, hingga kini masih berjuang mengatasi dampak banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Salah satu dampak terparah adalah genangan air bercampur lumpur yang menutup badan jalan desa, menyebabkan akses transportasi lumpuh dan aktivitas ekonomi masyarakat tersendat.

Upaya swadaya terus dilakukan warga dengan menyedot genangan air menggunakan mesin dompeng. Namun, hasilnya belum signifikan.

Menurut Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, genangan berasal dari luapan Sungai Malombu, Sungai Sangkunur, dan Sungai Batang Toru diperparah kondisi bahu jalan yang lebih tinggi dari badan jalan sehingga air sulit surut.

Genangan air dan lumpur terjadi sejak banjir bandang dan longsor melanda wilayah tersebut dan hingga kini belum sepenuhnya tertangani.

"Selain melumpuhkan akses jalan, puluhan hektare kebun sawit warga tidak dapat dipanen akibat tebalnya sedimentasi lumpur yang menutupi lahan perkebunan," katanya melansir Antara, Minggu, 18 Januari 2026.

Selain itu,  warga juga kesulitan berbelanja kebutuhan sehari-hari karena kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas di jalan licin berlumpur.

"Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat Desa Bandar Tarutung yang hingga kini belum pulih," ujarnya.

Warga berharap adanya penimbunan badan jalan sepanjang sekitar 300 meter agar akses utama desa dapat kembali dilalui kendaraan.

"Sementara itu, genangan di Dusun Malako sekitar SD Inpres Bandar Tarutung mulai mengering setelah dilakukan pengorekan kanal di wilayah tersebut," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini