- Berbagai tradisi unik menyambut Ramadan, seperti Nyadran dan Padusan, dilestarikan di Indonesia.
- Tradisi seperti Dugderan di Semarang menandai dimulainya bulan suci melalui pawai budaya dan kesenian.
- Ritual pembersihan diri, contohnya Padusan dan Balimau, menjadi bagian penting sebelum berpuasa.
Lemang yang dibuat dalam tradisi Malamang biasanya memiliki cita rasa khas karena dimasak dengan cara tradisional. Proses pembuatannya yang memakan waktu lama justru menjadi momen untuk berbincang dan mempererat hubungan sosial.
6. Balimau - Sumatera Barat
Balimau adalah ritual mandi menggunakan air jeruk nipis. Ritual ini dilakukan di sungai atau pemandian umum sebagai simbol penyucian diri dan jalan-jalan terakhir sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Minangkabau.
7. Megengan - Surabaya
Megengan merupakan tradisi selametan yang dilakukan menjelang Ramadan. Warga berkumpul untuk berdoa dan menyantap hidangan khas seperti kue apem. Tradisi ini juga sering disertai ziarah makam keluarga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
8. Ziarah Kubro - Palembang
Ziarah Kubro dilakukan dengan mengunjungi makam para ulama besar. Tradisi ini biasanya dilakukan beberapa hari sebelum Ramadan dan diikuti oleh ribuan peziarah dari berbagai daerah. Ritual ini bertujuan untuk mengenang jasa para ulama serta mendoakan mereka.
9. Nyorog - Betawi
Tradisi Nyorog dilakukan dengan mengantarkan makanan kepada keluarga yang lebih tua atau tetangga. Biasanya, makanan yang dikirim berupa nasi uduk, ketupat, atau lauk-pauk khas Betawi, zaman dahulu dikirimkan menggunakan rantang susun. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara masyarakat.
10. Megibung - Karangasem, Bali
Megibung adalah tradisi makan bersama dalam satu wadah besar yang dilakukan oleh komunitas Muslim Bali. Tradisi ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antaranggota masyarakat menjelang bulan Ramadan.
Beragam tradisi Ramadan di Indonesia menunjukkan kekayaan budaya yang tetap hidup berdampingan dengan nilai-nilai Islam. Selain mempererat hubungan sosial, tradisi ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Dengan melestarikan tradisi Ramadan, masyarakat Indonesia tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat makna spiritual Ramadan itu sendiri.