Prediksi Oscar Darmawan: Bitcoin Bisa Jatuh ke US$50.000

Ia menilai bahwa kondisi global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik, turut memengaruhi masuknya dana ke pasar crypto.

Suhardiman
Minggu, 29 Maret 2026 | 12:32 WIB
Prediksi Oscar Darmawan: Bitcoin Bisa Jatuh ke US$50.000
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Harga Bitcoin menunjukkan pergerakan hati-hati sepanjang 2026 setelah mencapai ATH pada Oktober 2025.
  • Oscar Darmawan menyatakan pergerakan harga Bitcoin mengikuti pola siklus empat tahunan yang konsisten berulang.
  • Oscar memprediksi potensi kenaikan harga Bitcoin kembali terjadi menjelang siklus halving berikutnya pada tahun 2028.

SuaraSumut.id - Pergerakan harga Bitcoin kembali membuat pasar gelisah sepanjang 2026. Setelah harga sempat menyentuh ATH pada Oktober 2025, tren harga kini bergerak lebih hati-hati. Banyak investor mulai mempertanyakan arah selanjutnya, terutama setelah pada Oktober 2025.

Menurut Oscar Darmawan, situasi ini bukanlah sesuatu yang aneh, melainkan bagian dari siklus yang telah berulang selama bertahun-tahun.

Dalam diskusi di kanal YouTube Therese Learns, Oscara mengaku bahwa pola pergerakan Bitcoin cenderung konsisten dan dapat diamati dari waktu ke waktu.

Prediksi Penurunan Harga Bitcoin dan Siklus 4 Tahunan

Oscar menjelaskan, sejauh ini pergerakan harga Bitcoin mengikuti pola siklus empat tahunan yang berkaitan dengan mekanisme pasar.

"Dari pengalaman saya selama hampir 12 tahun ya, saya melihat ini seperti film yang berulang setiap 4 tahun sekali,” katanya melansir blockchainmedia.id, Minggu, 29 Maret 2026.

Oscar juga menyebut siklus ini telah terjadi sejak awal kemunculan Bitcoin dan terus berulang. Tahun 2026 dinilai sebagai fase setelah puncak, di mana pasar mulai mengalami koreksi.

Dalam skenario terburuk (worst case), ia menyebut harga Bitcoin bisa turun hingga kisaran US$45.000–US$50.000. Meski demikian, ia menilai level tersebut bukan titik yang mudah ditembus.

Menurut Oscar, saat ini kripto masih sangat bergantung pada aliran dana, terutama dari institusi besar. Sayangnya, arus likuiditas tersebut belum sepenuhnya stabil.

Ia menilai bahwa kondisi global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik, turut memengaruhi masuknya dana ke pasar crypto.

“Kripto itu sangat bergantung pada likuiditas. Kalau likuiditasnya seret, market juga ikut tertekan,” ungkapnya.

Hal ini menjelaskan mengapa meskipun fundamental Bitcoin tetap kuat, pergerakan harganya tetap bisa mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Potensi Kenaikan Harga BTC pada 2028

Meski memprediksi penurunan harga BTC dalam waktu dekat, Oscar Darmawan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, terutama menjelang siklus halving berikutnya pada 2028.

“Saya tetap percaya bahwa tahun 2028 nanti Bitcoin berpotensi buat naik kembali,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini