- Seorang kakek dan cucunya tewas setelah terjatuh dari lantai tiga gedung sekolah Methodist VI Medan.
- Insiden tragis tersebut terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026, ketika korban menghadiri acara keluarga dan ibadah.
- Kakek terpeleset saat berusaha menyelamatkan cucunya yang bermain di area tangga tanpa pegangan pengaman.
SuaraSumut.id - Peristiwa tragis terjadi di sekolah Methodist VI, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan. Pada Minggu, 26 Juli 2026, seorang kakek berinisial E (50) dan cucunya, Z (3), meninggal setelah terjatuh dari lantai tiga gedung.
Saat itu, E bersama keluarganya datang ke sekolah untuk mengikuti ibadah. Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson Sipahutar mengatakan, keluarga korban awalnya berada di lantai empat untuk mengikuti rangkaian ibadah.
"Korban ibadah duduk di lantai 4," katanya ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Selasa, 28 Juli 2026.
Usai ibadah selesai, keluarga kemudian berpindah ke lantai tiga untuk merayakan ulang tahun istri E. Setelah itu, mereka mengikuti acara makan bersama jemaat yang digelar di lokasi tersebut.
Di tengah acara, Z bermain di sekitar area tangga yang diketahui tidak memiliki pegangan di sisi kanan maupun kiri. Saat melihat cucunya berada di lokasi yang dinilai berbahaya, E berusaha menghampiri dan mengamankannya.
"Sebagian sekolah itu sedang direnovasi, kakek ini coba menyelamatkan cucunya," ujar Nelson.
Namun nahas, ketika hendak menyelamatkan sang cucu, kaki E diduga terpeleset hingga keduanya terjatuh dari lantai tiga gedung sekolah.
Keluarga yang mengetahui kejadian itu langsung membawa E dan Z ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski sempat mendapat penanganan, nyawa E tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, Z sempat menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa kakek dan cucunya tersebut.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan," pungkasnya.
Kontributor : M. Aribowo