- Sekitar 256 pelajar SMA dan SMK di Berastagi diduga keracunan makanan Makan Bergizi Gratis pada Kamis, 13 Agustus 2026.
- Para korban mengalami gejala gatal pada mulut hingga sesak napas setelah menyantap menu dari dapur Kodim Raya.
- Seluruh siswa yang terdampak langsung mendapat penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo.
SuaraSumut.id - Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah SMA-SMK di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026) siang.
Para siswa dilaporkan mengalami gejala seperti gatal pada mulut hingga sesak napas setelah mengonsumsi menu makan siang yang disediakan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, bertepatan dengan jam makan siang para siswa.
"Kejadiannya pas jam makan siang lah. Jam satu," katanya kepada SuaraSumut.id, Kamis malam.
Berdasarkan data sementara, jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan mencapai sekitar 256 orang.
Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo.
"Ada tiga (yang terdampak), SMA Negeri 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta bersama," kata Zulkarnain.
Ia menjelaskan, menu makanan yang dikonsumsi siswa saat itu terdiri dari sayur wortel dan kol, ikan dencis gulai, serta sambal.
Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari lauk ikan dencis yang disajikan kepada para siswa.
"Tapi diperkirakan diperkirakan itu dari ikan dencis itu perkiraan sementara itu," kata Zulkarnain.
Menurutnya, sebagian siswa langsung merasakan gejala tidak lama setelah menyantap makanan tersebut.
"Gatal mulut, sesak (nafas)," imbuhnya.
Zulkarnain menambahkan, makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari satu dapur penyedia yang melayani beberapa sekolah sekaligus.
Dapur tersebut berada di bawah pengelolaan pihak yang bekerja sama dengan Kodim setempat.
"(SPPG) Kodim Raya, punya Kodim," ungkapnya.