- Sebuah penelitian terbaru mempublikasikan bahwa 31 orang dewasa sehat usia 60 hingga 75 tahun mengonsumsi 60 gram kacang tanah setiap hari.
- Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Food & Function ini dilakukan selama 16 minggu untuk menguji fungsi kognitif lansia.
- Hasil studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin tersebut berhasil memperbaiki respons insulin di area otak yang berkaitan dengan memori.
SuaraSumut.id - Kacang tanah selama ini dikenal sebagai makanan ringan yang mudah ditemukan dan memiliki harga relatif terjangkau. Namun, siapa sangka, camilan sederhana ini ternyata berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak, khususnya dalam menjaga fungsi memori seiring bertambahnya usia.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Food & Function menemukan bahwa rutin mengonsumsi dua porsi atau sekitar 60 gram kacang tanah panggang tanpa garam setiap hari dapat memperbaiki respons insulin di area-area otak yang berkaitan dengan daya ingat.
Dalam penelitian tersebut, 31 orang dewasa sehat berusia 60 hingga 75 tahun diminta mengonsumsi dua porsi kacang tanah setiap hari selama 16 minggu serta menjalani periode kontrol tanpa mengonsumsi kacang tanah.
Peserta penelitian selama riset bisa mengonsumsi kacang tanah dalam satu waktu, memakannya dalam beberapa waktu dalam sehari, atau menambahkan kacang pada makanan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan respons otak terhadap insulin di area-area otak yang berkaitan dengan memori, yang mengindikasikan manfaat konsumsi kacang tanah dalam mendukung fungsi otak.
Dr. Peter Joris selaku penulis hasil studi menyampaikan bahwa otak mungkin menjadi kurang responsif terhadap insulin seiring dengan bertambahnya usia.
"Kondisi ini dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif yang terjadi seiring dengan penuaan," katanya, melansir Antara, Selasa (3/11/2026).
Studi lain dari tahun 2025 juga menunjukkan bahwa konsumsi kacang tanah selama empat bulan dapat meningkatkan aliran darah ke otak serta membantu memperbaiki memori verbal.
"Beragam nutrisi yang terkandung dalam kacang tanah, termasuk lemak tak jenuh, serat pangan, vitamin, mineral, serta fitokimia bioaktif, berpotensi berkontribusi terhadap manfaat bagi otak yang telah diamati," ujar Joris.
Selain menjadi sumber protein yang praktis dan mudah diperoleh, kacang tanah kaya L-arginin, yaitu asam amino yang membantu produksi oksida nitrat yang berperan dalam mendukung proses belajar dan daya ingat.
Kacang tanah yang kaya antioksidan juga dapat membantu memperlambat proses penuaan dengan mengurangi peradangan.