SuaraSumut.id - Seorang ibu di kawasan Lubuk Begalung, Kota Padang kedapatan menjual bayinya sendiri. Tidak hanya sekali, ibu bayi berinisial F (25) tersebut sudah dua kali menjual bayi yang baru ia lahirkan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Begalung, terakhir F menjual bayinya seharga Rp3 juta. Uang tersebut ia gunakan untuk membayar biaya persalinan dan membeli hape baru. Sedangkan sisanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada Padangkita.com (jaringan Suara.com) mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari beberapa orang saksi, seperti F dan orang yang disebut membeli bayi.
Sejauh ini, Rico melanjutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan peran aktif dari sang ibu untuk menjual anaknya.
“Ini kasusnya sih bukan penjualan anak, tapi adopsi,” kata Rico.
Kepada polisi F mengaku, semenjak mengandung anaknya, dia memang sudah berniat untuk menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Sang ibu beralasan, hal ini terpaksa ia lakukan lantaran merasa tidak sanggup membesarkan anak itu. Ditambah lagi, bayi itu merupakan hasil dari hubungan di luar nikah.
Saat hendak melahirkan, F menceritakan tujuannya kepada saudaranya yang biasa ia panggil Mak Etek. Berawal dari cerita mulut ke mulut, kemudian ada seseorang yang bersedia mengadopsi sang bayi.
“Pada umur kehamilan tujuh bulan, dia sudah mengatakan dia tidak bekerja. Dibilangnya ke orang jika ada yang mau mengambil anaknya silakan,” kata Rico.
Baca Juga: Geger Ibu di Padang Jual Bayi Demi Beli Hape Baru
Setelah anak itu diadopsi, lanjut Rico, sebagai ucapan rasa terimakasih, orang yang mengadopsi anak itu memberi uang sebesar Rp3 juta kepada F. Tujuannya, agar F bisa membayar biaya persalinannya.
“Dia ingin anaknya ini dibesarkan oleh orang yang mampu dan berkecukupan, karena dia tidak sanggup, hidupnya tidak berkecukupan. Uang yang diterima itu dipergunakannya untuk persalinan dan biaya berobat setelah persalinan,” tutur Rico.
Rico menambahkan, salah satu faktor yang menguatkan alasan F dinilai tidak melakukan praktik jual anak yakni ia tidak mematok harga untuk anaknya. Dia menerima uang itu usai menyerahkan anaknya tanpa ada perjanjian sebelumnya.
Selain itu, lanjut Rico, sebelumnya F dengan pengadopsi juga tidak saling kenal. F baru kenal saat pengadopsi menemaninya bersalin.
Sebelumnya, diduga F juga sudah pernah menjual anaknya sendiri yang berasal dari hubungan gelap pula. Saat ini, ujar RIko, kepolisian masih mengusut informasi tersebut.
“Meski pengakuannya seperti itu, kita akan terus melakukan pendalaman,” pungkas Rico.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026
-
Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama
-
Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia
-
Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman