SuaraSumut.id - Sebuah sindikat pembuat sekaligus pengedar uang palsu terungkap di Payakumbuh, Sumatera Barat. Komplotan yang melibatkan pegawai Koperasi Simpan Pinjam di Solok dan Padang Panjang itu terbongkar usai polisi menyelidiki salah seorang anggota sindikat tersebut belum lama ini membeli ponsel di salah satu toko di Payakumbuh.
“Kami baru saja mengungkap keberadaan sindikat pembuat dan pengedar uang palsu. Sindikat ini beroperasi dengan modus membuat uang palsu yang digunakan untuk membeli handphone dalam jumlah banyak di Payakumbuh,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan didampingi Kasat Reskrim Iptu M Rosidi dalam konferensi pers di Mapolres Payakumbuh, Senin (27/7/2020).
Melansir Padangkita.com (jaringan Suara.com), Dony menyebut, sebelum penangkapan dua tersangka, Polres Payakumbuh sudah menerima laporan dari pemilik dan pegawai Toko Pagaruyuang Ponsel yang berada di Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Payakumbuh pada Jumat (24/7/2020) malam.
Pemilik Toko Pagaruyuang Ponsel, Maizil dan dua karyawannya, Yosi dan Jeli mengaku ditipu oleh salah seorang pembeli yang mencampur uang palsu dengan uang asli. Menurut sejumlah informasi menyebutkan, pembeli ponsel dalam jumlah banyak itu adalah Al Alif bersama rekannya Muhammad Ali. Meski demikian, pemilik dan pegawai toko tidak bisa langsung menyimpulkan identitas pembeli tersebut.
"Kedua tersangka menggunakan uang palsu dicampur dengan uang asli untuk membeli 5 Unit HP di Toko Pagaruyuang Ponsel Payakumbuh. Lima unit HP tersebut dibeli seharga Rp17 juta, di mana tersangka membayar menggunakan campuran uang asli dan palsu. Yaitu Rp3 juta uang asli dan Rp14 juta uang palsu,” kata Dony.
Motif pelaku, Rosidi menambahkan, dari Rp13 juta uang palsu yang digunakan untuk membeli ponsel, sebanyak 28 lembar merupakan uang pecahan Rp100 ribu dan 224 lembar sisanya uang pecahan 50 ribu.
"Para pelaku mengelabuhi korban dengan meletakkan uang asli di bagian atas dan bawah tumpukan uang. Kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 244 jo pasal 245 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Rosidi.
Berita Terkait
-
Dua Guru di Payakumbuh Positif Corona, Jamaah Masjid Bisa Jadi Klaster Baru
-
Bayar Utang Pakai Uang Palsu Rp 100 Ribuan, Pria di Sumbawa Diringkus
-
Tiga Bulan Dapat Asimilasi COVID-19, Jambret Sadis Kembali Memakan Korban
-
Selundupkan 8 Ton Pupuk ke Riau, Pelaku Mengaku Ada Kolusi
-
Usai Puaskan Syahwatnya, Pria di Pekanbaru Tega Bayar PSK Pakai Uang Palsu
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC