Ilustrasi celana dalam. (Shutterstock)
Peristiwa pencurian gas dan sebagainya sebenarnya tidak dipermasalahkan lantaran korban memaafkan pelaku dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Namun, terbukanya kasus pencurian pakaian dalam ini membuat warga geram, ditambah algi, situasi ekonomi yang semakin sulit di masa pandemi membuat mereka kehabisan kesabaran.
“SO akhirnya pergi meninggalkan kampung karena malu. Bukan hanya dia yang malu, tapi keluarganya juga malu,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
6 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor di Percut Sei Tuan Dihadiahi Timah Panas
-
Ketahuan Curi Toa Musolla, Dua Pria Dicokok Polisi
-
Jukir di Medan Colong Motor Demi Beli HP Anak untuk Belajar Online
-
Ngenes, Juru Parkir Nekat Curi Sepeda Motor demi Anak Belajar Online
-
Pencurian Kabel Traffic Light di Padang Meningkat, Warga diminta Waspada
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Ini Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan agar Keuangan Tetap Aman
-
Pilu Pasutri Bersujud di Depan Baliho Bobby Nasution, Minta Bantuan Pengobatan Anak
-
Jangan Panik! Ini Cara Mengatur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
-
Benarkah Harga Minyakita Masih Rp15.700 per Liter di Sumut?
-
Jadwal SIM Keliling Medan 8-14 Juni 2026, Cek Lokasi dan Syarat Perpanjangannya