SuaraSumut.id - Perempuan yang melahirkan dengan metode sesar membutuh waktu beberapa hari hingga beberapa minggu untuk bisa kembali beraktivitas seperti biasan.
Namun ternyata, masa pemulihan bisa dipercepat bila ibu melakukan teknik Enhanced Recovery After Cesarean atau ERAC.
Dengan metode tersebut, ibu yang melahirkan dengan cara sesar diklaim bisa langsung melakukan aktivitas normal dua jam pasca-operasi.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Kondang Usodo Sp.OG menjelaskan bahwa ERAC menjadi teknik baru dalam operasi sesar yang mempercepat proses penyembuhan. Menurutnya, ERAC telah populer dilakukan di luar negeri.
"Kalau di indonesia baru diperkenalkan," kata dokter Kondang saat siaran langsung Instagram bersama The Asian Parent, Rabu beberapa waktu lalu.
Dokter di rumah sakit Elang Medika Corpora (EMC) Tangerang itu menjelaskan, benang yang digunakan untuk operasi menggunakan kualitas ekslusif agar bisa mendukung ibu bisa langsung bergerak setelah dua jam pasca-operasi.
"Dua jam setelah operasi diberi minuman berkalori seperti jus apel, sudah bisa berjalan recovery tanpa menggunakan infus lagi. Sehingga di ruang recovery ibu sudah bisa menyusui dini tanpa merasa nyeri. Jadi ini sebenarnya teknik operasi yang diperbaharui," paparnya.
Jika biasanya pada operasi sesar biasa, ibu harus puasa selama 8-12 jam sebelum operasi, Kondang mengatakan untuk persiapan ERAC, ibu cukup puasa enam jam sebelum operasi.
Menurut Kondang, persalinan ERAC dibuat seperti persalinan normal. Sehingga serajat sakitnya ditekan hanya sampai derajat dua.
Baca Juga: Selamat, Erica Putri Dikaruniai Anak Laki-Laki
Terkait biaya, menurut Kondang, sebenarnya tak jauh berbeda dengan operasi sesar biasa. Hanya saja kemungkinan sedikit lebih mahal. Hal itu disebabkan bahan media yang digunakan.
"Sebenarnya karena di barang habis pakai. Memakai benang kualitas nomor satu karena mobilitas tinggi dalam waktu dua jam. Sehingga lumatan ekslusif. Biaya hampir sama dengan biaya sesar biasa, mungkin lebih tinggi," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Viral 'Rayap Besi' di Medan Nekat Tantang Polisi Duel, Tak Terima Ditegur Curi Kabel
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
BRI Jaga Kepercayaan Investor Lewat Program Buyback Saham dan Fundamental yang Kuat
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap