SuaraSumut.id - Kasus kematian dua tahanan Polsek Sunggal, Joko Dedi Kurniawan dan Rudi Efendi menuai beberapa kejanggalan.
Selain dugaan penyiksaan, keluarga juga keberatan atas keterangan kepolisi terkait penyebab kematian korban.
Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Syahputra mejelaskan, terkait pernyataan polisi soal tidak ditemukannya dugaan penyiksaan dinilai sangat prematur.
"Kita menyayangkan ucapan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang mengatakan hasil pemeriksaan internal tidak terbukti (dugaan penganiayaan korban). Padahal kita belum dimintai keterangan terhadap laporan di Propam Polda Sumut," kata Irvan Syahputra di kantor LBH Medan, Jumat (16/10/2020).
Menurut Irvan, pernyataan tersebut dikeluarkan oleh polisi saat proses pemeriksan atas laporan pihak keluarga belum mendapatkan hasil.
Kejanggal lainnya adalah soal tahanan yang meninggal karena Namun tidak dijelaskan oleh polisi apa penyebab kematian korban.
"Kapolres menyebut jika sebelum meninggal korban sakit dan sempat dirawat, namun tidak dijelaskan apa penyakitnya, dengan alasan resume medis ada di mereka dan tidak dapat dijelaskan pada saat itu," ujarnya.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyatakan bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat dirawat selama 5 kali.
Keterangan terkait berapa kali korban dirawat dari pernyataan tahanan lain, yakni Edi Saputra yang merupakan adik korban menjelaskan bahwa korban meninggal lantaran sakit.
Baca Juga: KPU Tetapkan DPT Pilkada Medan Sebanyak 1,6 Juta
Ketika ditanya wartawan saat konferensi pers saat itu, Edy menyebut sakit demam.
"Menurut kita ada keterangan yang simpang siur atas penyebab kematian korban. Keterangan tahanan yang merupakan adik korban yakni Edy Saputra, korban demam dan ada bendolan di kepala," ungkapnya.
Hasil Resume Medis Tidak Ditemukan Riwayat Sakit Jantung
Dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya terhadap kematian Joko di Polsek Sunggal, LBH Medan telah mendapat resume medis hasil pemeriksaan terhadap korban.
Dari hasil resume medis dijelaskan tidak ditemukan riwayat penyakit jantung dan penyakit lainnya yang menyebabkan Joko meninggal dunia.
Dari resume medis yang dikeluarkan Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Joko diperiksa pada 25 September 2020 malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta
-
GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11
-
Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas
-
Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini
-
Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional