SuaraSumut.id - Tahanan Polsek Medan Timur dikabarkan kabur dari sel tahanan, pada Minggu (25/10/2020).
Informasi yang diperoleh Senin (26/10/2020) menyebutkan, ada delapan orang tahanan yang kabur setelah berhasil menjebol teralis besi ruang tahanan.
Selanjutnya, mereka lari menuju ke arah rel kereta api. Polisi yang mengetahui hal itu melakukan pengejaran. Enam dari delapan tahanan kabur dikabarkan kembali ditangkap.
Hingga berita ini dimuat Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Zonni Aroma saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan.
Diketahui, peristiwa ini menambah daftar panjang kaburnya para tahanan Polsek wilayah hukum Polrestabes Medan.
Sebelumnya, 8 orang tahanan kabur dari sel Polsek Medan Area dengam membobol pbatas dinding ruangan sel, pada Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 05.00 WIB.
Polisi melakukan pengejaran dan kembali menangkap tahanan kabur itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana