SuaraSumut.id - Banjir yang terjadi di Medan pada 4 Desember menjadi pembahasan dalam debat terakhir Pilkada Medan, Sabtu (5/12/2020).
Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, banjir yang terjadi merupakan kegagalan Pemkot Medanberkolaborasi dengan kabupaten, seperti Karo.
"Banjir yang terjadi pada 4 Desember kemarin menjadi luka dalam. Yang saya tanyakan tentang kegagalan Kota Medan, yakni tentang kolaborasi Kota Medan dengan Kabupaten Karo," kata Bobby.
Menantu Jokowi ini mempertanyakan strategi apa yang akan dilakukan oleh Akhyar-Salman untuk berkolaborasi dengan kabupaten setempat.
"Bagaimana strategi kolaborasi dengan kabupaten setempat, provinsi dan nasional? tanya Bobby.
Akhyar Nasution menanggapi pertanyaan itu dengan bertanya balik ke suami Kahiyang Ayu tersebut.
"Tuduhan gagalnya komunikasi Pemerintah Kota Medan dengan Kabupaten Karo itu adalah tuduhan tidak benar," ucap Akhyar.
Akhyar mempertanyakan apa dasar Bobby mengatakan jika terjadi kegagalan koordinasi antar dua pemerintah itu.
"Apa dasar dan buktinya anda mengatakan kalau itu gagal?" kata Akhyar balik bertanya.
Baca Juga: 5 Korban Tewas Akibat Banjir di Tanjung Selamat Dimakamkan
Menanggapi hal itu, Bobby hanya tersenyum tipis tanpa menghiraukan pertanyaan dari Akhyar.
"Mengenai banjir, itu terjadi di beberapa daerah yakni Binjai, Deliserdang, Langkat dan Medan. Saya turun ke masyarakat dan bertanya kapan terakhir, mereka bilang 10 tahun lalu. Menurut kajian, ini adalah siklus yang terjadi 10 tahunan," jelas Akhyar.
Dikatakan Akhyar, banjir yang terjadi merupakan siklus alam yang terjadi setiap 10 tahun. Siklus tersebut juga terjadi pada 20 tahunan, 50 tahunan dan 100 tahunan.
"Alam ini seimbang, jadi dia mengalami siklik. Jadi saya sampaikan sudah dilakukan dan sudah berjalan pengendalian banjir. Kalau tidak ini akan lebih banyak air yang akan masuk ke Kota Medan," ungkapnya.
Banjir yang terjadi dan menggenangi Kota Medan lantaran debit air yang sudah melebihi kapasitas penampungan dan area pengaliran di Sungai sehingga meluap ke pemukiman.
"Saya kira masalah banjir bukan masalah Medan saja, ibu kota RI yang ada presiden di sana pun tetap mengalami banjir. Jadi banjir adalah masalah kita bersama," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Tumbangkan Banda Aceh, SKO Riau Wakili Northern Sumatra di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Bubur Cirebon Tembus Taipei, Kisah Tati Purwanti Bertumbuh Bersama BRI
-
Mazda Hadirkan The All-New CX-5 Kuro Edition di Medan
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Strombolian, Status Level III Masih Berlaku
-
Brigadir Iman Dijatuhi Demosi 5 Tahun, Eks Istri Tewas karena Luka Tembak