SuaraSumut.id - Puncak arus mudik Natal di Bandara Kualanamu diprediksi terjadi pada 27 Desember 2020.
Demikian diungkap Plt Manajer Branch Communication & Legal Angkasa Pura II, Paulina Simbolon, dilansir Antara, Kamis (24/12/2020).
"Untuk puncak kepadatan arus mudik dan arus balik libur Tahun Baru diprediksi 30 Desember 2020 dan 3 Januari 2021," kata Paulina.
Penumpang arus mudik Natal dan Tahun Baru di Bandara Kualanamu pada H-3 terlihat cukup ramai. Tercatat penumpang pesawat terbang masih tembus di angka 10,610 orang.
Jumlah pesawat udara domestik dan internasional di Bandara Kualanamu menjelang Natal dan Tahun Baru diperkirakan 141 unit.
Sedangakn jumlah penumpang sekitar 11 ribu hingga 13 ribu orang, dengan pergerakan pesawat di atas 115 unit per hari datang dan pergi.
Bandara Kualanamu juga menyediakan fasilitas rapid test antibody di area gedung terminal lantai Mezzanine dengan biaya Rp145 ribu dan rapid test antigen Rp 200 ribu.
Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan udara pada masa adaptasi kebiasaan baru.
Baca Juga: Pengamanan Natal di Solo Maksimal, Ini Pesan Anggota Komisi III DPR
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur