Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Minggu, 10 Januari 2021 | 11:26 WIB
Lasmini saat menyusun dan mengumpulkan barang bekas hasil pencarian setengah hari. [Istimewa]

Nek Las sudah 17 tahun menjadi pencari barang bekas. Hal itu seolah membuat nenek Las tidak lagi mengenal rasa lelah dalam mengelilingi kota ini.

Hanya hujan dan kondisi fisik yang sudah tidak muda lagi yang kadang menjadi penghalang untuk nek Las mencari rezeki.

Saat disinggung tentang anak, nek Las mulai merasa sedih dan perlahan air matanya menetes di pipi yang sudah keriput.

"Sebagai ibu saya selalu mengingat mereka, Allah sayang sama saya. Tapi kenapa anak-anak saya tidak sayang sama saya," ujarnya.

Baca Juga: Protes Jalan Rusak, Pria di Sumut Mandi Lumpur

Sebenarnya nek Las tidak mau mengingat kenangan pahit tersebut. Ada tujuh orang anaknya, lima diantaranya kini sudah berumah tangga.

Anak pertama sudah meninggal (suami istri) dan memiliki seorang anak yang diberi nama Rovita Ramadani. Anak inilah yang sejak balita hidup bersamanya dan kini sudah menginjak kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan di salah satu SMK Negeri di Kisaran.

Satu orang lagi anaknya mengalami gangguan jiwa, karena mempelajari hal-hal yang tidak mungkin, dan kini dirawat di RSJ.

Disinggung tentang anaknya yang lain ke mana, nek Las menjawab sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Na’udzubillah mereka malu dan tidak mau mengakui nenek Las sebagai ibunya sejak puluhan tahun lalu," katanya dengan tangis yang tak terbendung.

Baca Juga: Harga Cabai Merah di Tapsel Menurun, Ini Sebabnya

Kini nek Las hanya tinggal dan hidup bersama cucunya di rumah mungil yang mereka sewa. Uang sewa dari hasil nenek memulung sehari-hari di sepanjang jalan kota Kisaran.

Load More