Anak pertama sudah meninggal (suami istri) dan memiliki seorang anak yang diberi nama Rovita Ramadani. Anak inilah yang sejak balita hidup bersamanya dan kini sudah menginjak kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan di salah satu SMK Negeri di Kisaran.
Satu orang lagi anaknya mengalami gangguan jiwa, karena mempelajari hal-hal yang tidak mungkin, dan kini dirawat di RSJ.
Disinggung tentang anaknya yang lain ke mana, nek Las menjawab sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Na’udzubillah mereka malu dan tidak mau mengakui nenek Las sebagai ibunya sejak puluhan tahun lalu," katanya dengan tangis yang tak terbendung.
Kini nek Las hanya tinggal dan hidup bersama cucunya di rumah mungil yang mereka sewa. Uang sewa dari hasil nenek memulung sehari-hari di sepanjang jalan kota Kisaran.
Namun tak jarang orang yang kasihan dengan nek Las memberikan makanan dan sedekah.
"Saya selalu bersyukur atas umur yang panjang, dan selalu berterimakasih kepada hamba Allah yang menyisihkan rezekinya kepada saya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
Terkini
-
Imigrasi Sumut Perkuat Pengawasan Keimigrasian Melalui Desa Binaan di Labuhanbatu Selatan
-
Bimtek Gerindra Sumut, Kader Diminta Solid Kawal-Sosialisasikan Program Presiden Prabowo
-
Kecelakaan Maut Mobil Vs Truk di Tol, 1 Orang Tewas
-
Akademisi USU: Pemulihan Pascabencana Tak Cukup Hanya Bangun Rumah
-
Ratusan Pengungsi Gunung Sinabung Mulai Pulang ke Kuta Tengah