SuaraSumut.id - PSMS Medan sedang membidik beberapa pemain untuk menambah kekuatan skuadnya. Beberapa posisi itu ada di striker dan di stoper.
Hal tersebut dikatakan manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang, di Kebun Bunga Medan, pada Rabu (23/6/2021).
"Sudah saya sampaikan juga, kita sudah deal dengan salah satu stoper naturalisasi. Mudah-mudahan secepatnya bisa hadir. Satu lagi naturalisasi lagi untuk posisi striker. Jadi ada dua. Tapi yang untuk striker masih nego, sudah 90 persen. Untuk stoper sudah 100 persen tinggal urus surat-surat," kata Mulyadi.
Ia mengaku, pihaknya juga tengah menyurati Pangkostrad mengingat adanya rencana mendatangkan pemain yang berstatus TNI.
"Satu lagi kita ada ngirim surat juga untuk stoper kepada KASAD Pangkostrad karena kebetulan yang dari TNI. Jadi bisa kita sampaikan bahwa direncanakan yang akan datang empat atau lima orang, sehingga kalau saat ini mungkin sekitar 25 paling banyaklah," sebutnya.
Dirinya berharap pemain PSMS terus mengagendakan ujicoba demi mematangkan stamina dan mental bermain.
"Harapan saya tentu bagaimana mematangkan permainan, mematangkan karakter, mental, menguji stamina karena nanti sistem permainan ini kan kompetisi artinya seminggu ini mungkin dua atau tiga kali. Ini sebagai uji coba untuk pertandingan sebenarnya. Setelah dari Aceh semoga ada pertandingan yang sepadan, kemungkinan ke Pekanbaru," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital