SuaraSumut.id - Kota Medan hari ini, Kamis (1/7/2021) berusia ke-431 tahun. Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini telah mengalami perjalanan panjang dari masa Kesultanan Deli, Belanda, hingga masa kemerdekaan.
Hari jadi Kota Medan ditetapkan 1 Juli 1590 silam yang diyakini awal mula Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang membuka perkampungan di dataran rawa-rawa di antara Sungai Babura dan Sungai Deli.
"1 Juli diambil dari kedatangan Guru Patimpus, namun kedatangannya ketika itu tidak diketahui tanggal berapa, maka dibuatlah tanggal 1 Juli," kata Sejarawan Muda Kota Medan M Aziz Rizky Lubis, kepada SuaraSumut.id, Kamis (1/7/2021).
Ia menerangkan, tanggal itu juga berkaitan dengan pembentukan kota-kota pada masa kolonial Belanda.
"Mengapa tanggal 1 Juli? itu kan berkaitan dengan pembentukan kota-kota (Geemente) oleh pemerintahan kolonial Belanda terutama di daerah Sumatera Timur," ungkapnya.
Rizky melanjutkan, pada 1 Juli 1917 ada beberapa daerah yang menggunakan tanggal tersebut tetapi tahunnya berbeda.
"Kalau dasar pemikiran tanggal 1 Juli, tahunnya berbeda tidak tahun 1917, itu ada alasan yang sering disebut Indonesia Sentris, alasan nasionalisme," kata Sejarawan dari Universitas Sumatera Utara (USU) ini.
Ia menjelaskan, secara harfiah asal mula kata Medan berasal dari bahasa Karo. Guru Patimpus yang membuka perkampungan, merupakan seorang berwibawa, dan juga mampu memberikan penyembuhan bagi orang sakit.
"Guru Patimpus seorang pengobat dia, artinya seorang guru yang mampu mengobati, yang saya ketahui kata Medan berasal dari Madan ini berasal dari bahasa Karo artinya menyembuhkan, sembuh," ungkapnya.
Baca Juga: Gara-gara Terpapar Covid-19, Pria Ini Hanya Bisa Melihat Pemakaman Ibunya dari Ponsel
"Jadi kalau dalam cerita cerita yang beredar di masyarakat, cerita rakyat, ada ungkapan Guru Patimpus Enggo Madan Kam? dia bertanya kepada seseorang," sambungnya.
Pada tahun 1612, Kota Medan mulai memasuki masa kesultanan. "Medan awalnya kesultanan dari Gocah Pahlawan, dia adalah utusan Aceh yang dikirim kemari," kata Rizky.
Namun sebelum kedatangan Gocah Pahlawan sebagai Sultan Deli pertama, lanjutnya menjelaskan di Kota Medan sudah ada kedatukan.
"Kemudian diangkatlah oleh empat Datuk tadi Gocah Pahlawan, jadi seorang Sultan, tetap dibawah pengaruh Aceh," ungkapnya.
Pada masa Kesultanan Deli, perekenomian kota Medan mengalami pertumbuhan yang baik. "Perekonomian perdagangan mulai dari cukai, kemudian hasil hutan," imbuh Rizky.
Selanjutnya pada tahun 1860-an, Kota Medan memasuki masa kolonialisme Belanda.
Berita Terkait
-
Gaya Kahiyang Ayu Dilantik Jadi Bunda Literasi Kota Medan, Pakai Sepatu Jutaan
-
Lantik Pejabat Eselon II dan III, Begini Pesan Bobby Nasution
-
Bobby Nasution Revisi Perwal soal Batas Usia Penerima Dana Jasa Pelayan Masyarakat
-
Cerita Vito Sinaga dan Ivana, Konten Kreator Medan yang Bangkit saat Pandemi Covid-19
-
Bangun Taman Medan Berkah, Bobby Nasution Ajak BUMN Peduli Sungai
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata 'Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah'
-
Gempa Guncang Gayo Lues Aceh
-
Prabowo Berencana Bentuk Dewan Pengawas BGN, Nanik Diminta Jadi Ketua
-
Eksekusi Cambuk di Simeulue, Dua Terhukum Jalani Hukuman di Depan Umum
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Tembus Rp3.400