3. Rumah Adat Simalungun
Sementara di Rumah Adat Simalungun memiliki ciri berukuran sangat besar dibandingkan dengan rumah adat lainnya. Keunikannya terletak pada bangunannya yang berbentuk limas dan bertipe panggung.
Pada bagian kolong rumah ini dibuat setinggi dua meter dengan tujuan untuk menghindari serangan dari babi dan hewan liar lainnya. Rumah adat ini dibangun oleh Raja Simalungin sekitar tahun 1939. Kamu bisa jumpai rumah adat ini di Kota Pematang Siantar dan Simalungin.
4. Rumah Adat Karo
Rumah Adat Karo ini paling terkenal di Indonesia. Rumah adat yang satu ini selalu menjadi incaran wisatawan lokal dan mancanegara ketika sedang berwisata.
Memiliki bangunan setinggi 12 meter, rumah adat ini ternyata dibangun tanpa menggunakan paku. Namun jangan khawatir, terdapat 16 tiang yang penyangga yang bersandar pada batu-batu penyangga bangun ini sehingga menjadi kuat.
Selain itu, di bagian atapnya dibuat dari ijuk hitam yang diikat pada keranga anyaman bambu. Sementara lantainya terbuat dari kayu yang dirangkai dengan apik sehingga menempel satu sama lain.
5. Rumah Adat Pakpak
Namanya memang terdengar asing bagi yang belum mengetahui rumah adat satu ini. Bentuk khas bangunan yang terbuat dari kayu dan atapnya dari ijuk.
Baca Juga: 5 Rumah Adat Sulawesi Selatan, Lengkap Dengan Filosofinya
Disebut sebagai Jerro karena menggambarkan budaya Pakpak yang khas dalam setiap bangunannya. Karakteristik dan bentuknya tak jauh beda dengan rumah adat lainnya.
6. Rumah Adat Nias
Berbicara mengenai Rumah Adat Nias, ternyata ada dua macam yakni, Omo Zebua yang biasanya dihuni bangsawan serta petinggi adat. Kemudian Omo Hada yang dihuni oleh masyarakat biasa.
Rumah Adat Nias ini memiliki keunikan, karena pada bagian dasarnya tidak ditanam ke dalam tanah. Kemudian terdapat dua bagian yaitu bagian depan, untuk menerima tamu dan bagian belakang untuk tempat tinggal keluarga. di bagian depan rumah diletakkan patung sebagai simbol penjagaan dari roh jahat.
Itulah keanekaragaman dengan ciri khas dan keunikan rumah adat Sumatera Utara yang harus kamu ketahui. Tentunya perlu dilestarikan dan dijaga agar nilai budaya yang terkandung tidak pudar ya! [Elisa Naomi Hutapea]
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
2 Polisi Gadungan Diduga Aniaya Warga hingga Tewas Ditangkap
-
PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United
-
3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya
-
Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan
-
Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang