SuaraSumut.id - Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengatakan, perang melawan narkoba tidak boleh kendur, meski dalam kondisi pandemi Covid-19.
Baskami menilai, Covid-19 yang melanda Indonesia memang membahayakan kesehatan, namun narkoba bisa membinasakan masa depan.
"Daya rusak narkoba bagi sebuah bangsa sudah sangat nyata. Apalagi banyak korbannya adalah anak-anak muda, ini sangat mengkhawatirkan. Jika generasi muda kita rusak oleh narkoba, mau dibawa ke mana masa depan bangsa ini?" katanya, dalam keterangannya, Sabtu (18/9/2021).
Baskami mengaku prihatin karena di masa pandemi Covid-19 dan saat semua orang sibuk mencari solusi terkait persoalan ekonomi, masih saja ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab memproduksi, menyelundupkan, dan mengedarkan narkoba.
Ia mengaku, maraknya narkoba yang masuk ke Sumut mengindikasikan permintaan tinggi. Dia mensinyalir peredaran narkoba dilakukan dengan cara mendistribusikannya kepada penjual kecil dengan sasaran pengguna di daerah perkampungan.
"Tingkat penyebaran narkoba tidak hanya menyasar daerah perkotaan, melainkan sudah masuk ke daerah perkampungan," katanya.
Berdasarkan data, Polda Sumut telah mengungkap kasus tindak pidana narkoba selama periode 27 April sampai dengan 15 Juni 2021.
Total ada 20 orang tersangka yang terdiri dari 11 oknum polisi, serta sembilan tersangka lainnya dari masyarakat.
"Mari kita bersama-sama saling menjaga dan memastikan bahwa narkoba tidak punya celah untuk merusak bangsa Indonesia," tukasnya.
Berita Terkait
-
BNN Sebut Peredaran Narkoba di Aceh Tak Kunjung Surut Meski Pandemi Covid-19
-
Polisi Gerebek Dua Pabrik Rumahan Narkoba Tembakau Gorila di Bandung
-
Usul Pengedar Narkoba DItembak Mati, Dokter Tirta Dikritik Aktivis HAM
-
Dokter Tirta Minta Pengedar Narkoba Ditembak Mati, Dikritik Keras Aktivis HAM
-
Diduga Edar Narkoba, Boris Preman Pensiun Diciduk Polisi
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak