SuaraSumut.id - Wakil Rektor II Universitas Sumatera Utara (USU) bidang akademik, kemahasiswaan dan kealumnian, Edy Ikhsan angkat bicara terkait penggerebekan yang dilakukan Badan Nasional Narkotika (BNN) Sumut di kampus Fakultas Ilmu Budaya pada Minggu (10/10/2021) malam.
Diketahui dalam penggerebekan tersebut, ditangkap puluhan orang yang diduga menggelar pesta narkoba.
Merespons hal tersebut, Edy menyebut berdasarkan Peraturan Rektor (Pertor,) nomor 10 tahun 2021, mahasiswa akan disanksi apabila mahasiswa dihukum minimal dua tahun.
"Untuk sanksi sesuai aturan yang ada di internal USU, dia kalau dia dihukum minimal 2 tahun penjara maka sanksi adalah pecat, dikeluarkan dari semua proses akademik sebagai mahasiswa, minimal dua tahun berdasarkan peraturan rektor (Pertor) 10 tahun 2021," katanya Senin (11/10/2021).
Edy juga mengatakan, meski BNN Sumut akan mengupayakan rehabilitasi, namun dalam penegakan hukum, USU menyatakan sikap tegas dan meminta agar dilakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
"Tadi dikatakan Pak Toga (Kepala BNN Sumut) bahwa anak-anak kami itu adalah korban, nanti kita lihat saja prosesnya, dalam konteks ini USU akan tegas dan tidak akan mengintervensi proses hukum yang berjalan," tegasnya.
Dia juga mengemukakan, langkah tersebut sebagai titik balik menghabisi jaringan narkoba di Kampus USU.
"Karena ini menjadi bagian dari upaya pencegahan yang harus kita lakukan supaya adik-adik mereka yang lain tidak ikut terlibat menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Dan ini menjadi titik balik untuk menghabisi jaringan narkoba di USU, kalau ada. Kita minta BNNP melakukan proses hukum sesuai aturan yang ada," katanya.
Untuk diketahui, BNN Sumut menahan 31 orang setelah menggerebek pesta narkoba di FIB USU. Kepala BNNP Sumut Brigjen Toga H Panjaitan mengatakan, dari 47 orang yang diciduk saat penggerebekan, 31 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil tes urine.
Baca Juga: Vonis Mati Untuk Terpidana Narkoba Demi Efek Jera, KontraS: Tidak Efektif!
"Dari penindakan yang dilakukan pada 10 Oktober 2021, BNNP Sumut mengamankan 31 orang dengan hasil urine positif," katanya.
Dia menjelaskan penggerebekan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat surat dari kampus USU karena maraknya peredaran narkotika di kampus itu.
Setelah melakukan serangkaian pengintaian, BNN Sumut kemudian melakukan penindakan pada Minggu dini hari.
"Dari TKP kita bisa mengamankan 506,8 gram ganja. Dari jumlah itu yang sudah dipaketkan ada 118 paket dan sisanya masih dalam bentuk bungkusan besar," ungkapnya.
Dia merinci, dari 31 orang dengan hasil urine positif itu, 20 orang di antaranya merupakan mahasiswa dan alumni USU. Sedangkan 11 orang lainnya merupakan orang luar yang datang ke kampus USU.
"Satu orang yang diduga sebagai pengedar berinisial JAS kita amankan saat penggerebekan. Saat itu seluruh paket ganja kering siap edar itu ada ditangan dia," bebernya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana