SuaraSumut.id - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong atau DPMG Provinsi Aceh menyebutkan pencairan dana desa 2021 telah mencapai Rp4,18 triliun, dengan perioritas penggunaan untuk penyaluran bantuan langsung tunai/BLT dan penanganan Covid-19.
“Sekarang dana desa 2021 yang sudah terealisasi Rp4,18 triliun atau 84 persen, artinya hanya sekitar Rp800 miliar lebih yang belum pencairan,” kata Plt Kepala DPMG Aceh Zulkifli di Banda Aceh, Selasa (26/10/2021).
Ia menjelaskan Aceh mendapatkan alokasi dana desa tahun 2021 sebesar Rp4,98 triliun untuk 6.497 gampong atau desa di provinsi yang dijuluki Tanah Rencong itu. Capaian realisasi tersebut mengantarkan Aceh dalam 10 besar provinsi tertinggi realisasi dana desa secara nasional.
Menurut dia, pencairan dana desa dilakukan dalam tiga tahapan, dan sebagian besar desa sudah mulai melakukan pencairan tahap ketiga atau tahap akhir. Desa-desa di Aceh rata-rata telah 99 persen melakukan pencairan tahap pertama dan kedua.
“Pencairan tahap pertama 40 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 20 persen. Di Aceh saat ini ada 32 desa mandiri, desa-desa ini pencairan dana desa reguler hanya dua tahap,” ujar Zulkifli.
Saat ini, kata dia, beberapa kabupaten/kota yang telah mencapai di atas 50 persen pencairan dana desa tahap akhir seperti Kabupaten Aceh Tenggara sebesar 86 persen, Bireuen 67 persen, Aceh Tamiang 60 persen dan Banda Aceh lebih 60 persen. Sedangkan daerah lain pencairan dana desa masih di bawah 50 persen.
Daerah-daerah lain ini yang perlu kita dorong untuk percepatan pencairan tahap ketiga. Kalau daerah yang belum sema sekali melakukan pencairan itu Kota Subulussalam dan Aceh Barat Daya, persoalannya karena ada laporan yang belum diselesaikan,” katanya.
Pada 2021, pemanfaatan dana desa memprioritaskan terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional/PEN berupa BLT bagi masyarakat, Penanganan Covid-19 yaitu setiap desa wajib mengalokasikan 8 persen dari dana desa untuk penanganan pandemi, baru sisanya untuk pembangunan.
"Jadi prioritas utama itu lebih ke pemulihan ekonomi yaitu BLT dan penanganan Covid-19, sisanya baru regular untuk pembangunan. Kadang ada sebagian desa yang cukup untuk BLT dan penanganan Covid-19 saja, untuk pembangunannya sedikit sekali," katanya.
Baca Juga: TNI Salurkan BLT Kepada 7.000 PKL di Jakarta Barat
Hingga saat ini, kata Zulkifli, 1.257 dari total 6.497 desa di Aceh telah menuntaskan penyaluran BLT kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
“Uang sudah masuk semua ke rekening desa, hanya menunggu bulan Desember (2021), untuk penyaluran BLT tahap empat ke masyarakat,” tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
BRI Percepat Transformasi Digital, Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS Tumbuh Pesat
-
Sadis! Begal di Medan Bacok Korban 8 Kali Demi Rampas Uang Rp900 Ribu
-
Heboh Jasad Bayi Ditemukan di Binjai, Polisi Turun Tangan
-
Polisi Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Ditahan di Lapas Kotapinang
-
Anggota TNI Meninggal saat Bantu Kejar Pengedar Narkoba