SuaraSumut.id - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi keluhankan soal APBD di Sumatera Utara yang hanya Rp 14 triliun. APBD ini dianggap terlalu kecil jika melihat panjangnya jalan di Sumut.
Apalagi jika dibandingkan dengan APBD Jawa Timur Rp 32 triliun dengan panjang jalan provinsi 2,3 kilometer.
"Ini seperti ada yang salah karena dengan 33 daerah dan luas areal perkebunannya tiga juta hektare lebih, itu terlalu kecil dibandingkan Jawa Timur yang 2,3 ribu kilometer jalan provinsinya dengan APBD Rp 32 triliun (2021)," kata Edy, melansir Antara, Minggu (6/2/2022).
Pembangunan di Sumut membutuhkan sentuhan anggaran yang besar. Seperti infrastruktur jalan provinsi dengan panjang 3.000,5 km. Di mana 75 persennya dalam kondisi mantap dan 25 persen masih butuh sentuhan.
Padahal jika dihitung di Sumut terdapat banyak BUMN yang beroperasi, khususnya perusahaan perkebunan serta bidang lainnya yang beroperasi menggunakan jalur jalan provinsi maupun jalan kabupaten.
"Kebun itu menggunakan jalan dan untuk memperbaiki itu wewenangnya adalah provinsi (pemerintah provinsi). Tetapi uang untuk memperbaikinya itu nggak ada. Jadi jalan yang terjelek itu di sini. Tadi saya sampaikan juga sama Pak Presiden (saat kunjungan ke Sumut)," ujarnya.
Hal itu pula menjadi laporan Edy kepada Presiden, di mana petani dari Kabupaten Karo mengantar jeruk sebanyak satu ton ke Istana Negara sebagai bentuk protes akibat jalan kabupaten di daerahnya dalam kondisi cukup parah dan sulit dilalui.
"Karena anggaran Pemerintah Kabupaten Karo sangat terbatas. Begitu juga saat diminta bantuan ke Pemprov, pun belum bisa dibantu karena APBD provinsi juga begitu kecil," ungkapnya.
Begitu juga dengan pengembangan lokasi permukiman di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun. Serta masalah pertanahan yang memerlukan kepastian agar investor merasa aman untuk menanamkan modalnya di Sumut.
Baca Juga: Melaju ke 16 Besar Piala FA, Antonio Conte Puji Komitmen Pemain Tottenham
"Termasuk pengelolaan lahan HGU yang sempat diambil sepihak oleh sejumlah oknum, dan penyelesaian (pendistribusian) lahan eks HGU sebanyak 5.800 Ha yang belum juga tuntas sejak belasan tahun lalu," tukasnya.
Berita Terkait
-
Edy Rahmayadi Beberkan Kesiapan Antisipasi Lonjakan Covid-19 Varian Omicron
-
Momen Jokowi dengan Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi Sebelum Tinjau Kampung Jeruk-Resmikan Tol Binjai-Stabat
-
Presiden Jokowi Sentil Edy Rahmayadi: Di Sumut ini Banyak Sekali Sengketa Tanah
-
Di Depan Gubernur Edy Rahmayadi, Presiden Jokowi Singgung Banyak Kasus Sengketa Tanah di Sumut
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel
-
Eks Wali Kota Sibolga Resmi Ditahan di Kasus Korupsi Pasar Ikan Modern
-
Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!
-
Gerindra Klaim Polisi yang Tangkap Kadernya di Jatim Dimutasi karena Diduga Minta Uang
-
Komplotan Pencuri Motor Modus Tabrak Adik Ditangkap, Beraksi di 50 TKP Sumut