SuaraSumut.id - Video dua wanita berjoget-joget diduga di halaman Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut) viral di media sosial. Informasi yang beredar, seorang wanita tersebut merupakan pelaku dugaan kasus penganiayaan anak.
Dari video yang didapati jurnalis Kota Medan, dua perempuan berbaju hitam dan kuning berjoget-joget di dekat tiang bendera halaman Polrestabes Medan.
Di dalam video tersebut, keduanya tampak asik berjoget tanpa adanya teguran dari personel. Bahkan, wanita berbaju kuning terlihat berjoget mengitari tiang bendera.
“Di poltabes,” tulis dalam narasi video tersebut yang dilihat wartawan, dikutip dari Digtara.com - jaringan Suara.com, Minggu (13/02/2022).
Menurut infomasi yang beredar, perempuan berbaju kuning diduga merupakan pelaku kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap anak di bawah umur.
Terkait hal tersebut, pihak kepolisian belum memberikan stetmen mengenai video tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri
-
Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km
-
Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil
-
Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional
-
Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh