Suhardiman
Kamis, 05 Mei 2022 | 15:35 WIB
Ilustrasi-Penyakit hepatitis akut [freepik]

SuaraSumut.id - Dokter menegaskan bahwa hepatitis akut berat tidak berhubungan dengan vaksin Covid-19.

Hal itu dikatakan oleh dokter anak dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta, Hanifah Oswari, melansir Antara, Kamis (5/5/2022).

"Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan bahwa kejadian ini (hepatitis akut berat) dihubungkan dengan Covid-19 adalah tidak benar. Gak ada bukti hubungan dengan vaksin Covid-19," katanya.

Sebelumnya, Journal Hepatology yang terbit pada 21 April 2022 menuliskan laporan "Vaksinasi SARS-CoV-2 dapat menimbulkan Hepatitis dominan sel T CD8,".

Ditemukan Adenovirus 41 pada dua anak yang menjalani transplantasi hati akibat Hepatitis akut berat di Amerika Serikat.

Hingga saat ini belum ada informasi penguat yang menyebutkan Adenovirus berhubungan langsung dengan hepatitis akut berat.

"Masih mungkin itu kejadian yang bersamaan, tapi bukan berhubungan langsung," katanya.

Pemerintah sudah minta Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta dan Laboratorium Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) untuk meneliti penyebab Hepatitis akut bergejala berat.

"Kenapa jadi banyak anak-anak kena di banyak negara. Agar kita bisa tahu keadaan ini dan penyebabnya," katanya.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik SEA Games 2021 di Vietnam, Tandingkan 40 Cabang Olahraga

Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan, mengatakan Adenovirus 41 adalah jenis virus yang sering ditemukan sehari-hari, biasanya menyebabkan gejala diare, muntah, demam, dan gejala saluran pernapasan. Biasanya tidak menyebabkan hepatitis pada anak sehat.

"Berbeda dengan strain Adenovirus yang digunakan di dalam vaksin Covid-19 AstraZeneca, yang menggunakan strain ChAdOx1 (modifikasi dari adenovirus yang menginfeksi simpanse)," katanya.

Adenovirus 41 kebanyakan dialami anak usia kurang dari 5 tahun, terutama yang belum divaksin Covid-19.

"Ada kenaikan angka infeksi adenovirus pada anak di Inggris sejak November 2021 dibandingkan 5 tahun ke belakang," tukasnya.

Load More