SuaraSumut.id - Polisi menangkap seorang perempuan yang merupakan oknum kepala lingkungan (Kepling) di Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Pelaku berinisial AIS diringkus karena diduga mengedarkan sabu-sabu.
AIS diringkus di kawasan Jalan Syailendra Medan, pada 11 April 2022 lalu. Dari tangannya polisi mengamankan barang bukti 1 plastik sabu dengan berat 4,5 gram, uang hasil penjualan narkoba sebesar Rp 500 ribu, dan 1 buah tas kecil.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan, penangkapan tersangka bermula ketika pihaknya mendapat informasi adanya seorang oknum Kepling perempuan yang menjadi bandar narkoba di Medan.
"Berdasarkan informasi tersebut tim melakukan penyelidikan selama dua bulan dan kembali mendapatkan informasi bahwa tersangka berinisial AIS mengedarkan narkoba jenis sabu," katanya didampingi Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman saat menggelar konfrensi pers, Jumat (13/5/2022).
Sejurus kemudian, lanjut Kaporestabes Medan, pihaknya yang melakukan pengintaian lalu menyergap oknum Kepling tersebut ketika melintas di Jalan Syailendra Medan.
"Dari penggeledahan ditemukan barang bukti 1 plastik klip sabu dengan berat 4,5 gram di dalam tas kecilnya," ungkapnya.
Valentino menyampaikan bahwa atas penemuan barang bukti tersebut tersangka lalu diboyong ke Satres Narkoba Polrestabes Medan guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari pemeriksaan AIS mengakui perbuatannya (pengedar narkoba)," ucapnya.
Mantan Dirlantas Polda Sumut ini menerangkan tersangka sudah 6 bulan terakhir mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.
Baca Juga: OPD di Lingkungan Pemkot Medan Diinstruksikan Perlancar Urusan Pembangunan Kantor Konsulat AS
"Tersangka AIS mengambil 25 gram narkotika jenis sabu-sabu, dengan sistem sebagai pekerja yang mana setelah narkotika tersebut habis terjual barulah AIS memberikan uang kepada tersangka J (pemasok narkoba)," ungkapnya.
"Yang mana tersangka AIS memberikan uang setoran hasil penjualan sebesar Rp 400 ribu per gramnya. Sedangkan, tersangka AIS menjual kembali narkotika sebesar Rp 500 gram per gramnya," sambungnya.
Sementara tersangka AIS yang dihadirkan saat paparan di Polrestabes Medan hanya bisa tertunduk malu. Meski begitu, wanita ini menyampaikan alasannya mengedarkan sabu.
"Saya sudah tiga tahun jadi Kepling di Petisah Hulu," ujarnya.
AIS berdalih mengedarkan narkoba untuk mendapatkan uang, yang digunakan untuk membantu keluarganya. Bukannya berkah, bisnis haram yang dilakoninya malah mengantar kepling ini ke bui. "Karena mau bantu orang tua aja,"
Penangkapan oknum kepling ini mendapat atensi serius dari Pemkot Medan. Para kepling yang terlibat akan diberikan sanksi tegas berupa pemecatan.
Berita Terkait
-
Bobby Nasution Bakal Cek Langsung Penyebab 3 Kuil Dilanda Banjir
-
Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Pria Ancam Patahkan Leher Bobby
-
Pria Ancam Patahkan Leher Bobby dan Jukir E-Parking Berdamai
-
Temui Warga di Depan Balai Kota, Bobby Nasution Dengarkan Keluhan dari Masyarakat-Bagikan Paket Sembako
-
Bobby Nasution Tegaskan Tak Berlakukan WFH untuk ASN
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Disnaker Sumut Buka Posko Pengaduan THR 2026, Perusahaan Wajib Bayar Maksimal H-7 Lebaran
-
Pekan Ramadan 2026 Digelar di PRSU, Catat Tanggalnya
-
PLN Sumut Gelar Pasar Murah, Catat Tanggal dan Lokasinya
-
Bobby Nasution Bilang Pembangunan Jalan Sipiongot Dimulai Setelah Lebaran, Anggaran Rp230 Miliar
-
Pelanggan Asal Medan Bawa Pulang Mobil Mewah dari Telkomsel