SuaraSumut.id - Objek wisata pemandian Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, mulai kekeringan. Hal ini disebabkan kemarau panjang yang melanda kawasan itu.
"Kita baru lihat dari laporan PDAM (perusahaan daerah air minum), dalam minggu ini mulai kering," kata Kepala BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, melansir Antara, Senin (23/5/2022).
Pantauan di lokasi, dari beberapa tempat di komplek wisata pemandian itu terdapat kolam yang benar-benar kering hanya terlihat bebatuan. Sedangkan kolam utamanya sebagian masih berair.
Ridwan menuturkan, kekeringan ini belum sampai ke pemukiman warga, sehingga masyarakat masih dapat menikmati air bersih yang dialiri PDAM dari sumber air di kawasan kolam tersebut.
Jika nantinya kekeringan ini sampai ke pemukiman masyarakat, maka dilakukan langkah antisipasi seperti menyuplai air bersih dan hal teknis lainnya.
"Sejauh ini masih aman, hanya di kolam saja yang kekeringan, kolam itu juga salah satu sumber air untuk PDAM Aceh Besar," jelasnya.
Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh Besar Zakaria Ahmad menyatakan, saat ini Aceh sedang memasuki musim kemarau, meski sebagian kecilnya ada yang diguyur hujan.
"Aceh secara menyeluruh sudah memasuki musim kemarau, kecuali di daerah yang tidak mengenal musim seperti di wilayah barat selatan Aceh," kata Zakaria.
Perkiraan BMKG, kata Zakaria, Aceh bakal dilanda musim kemarau hingga bulan Agustus mendatang. Namun, di tengah-tengah itu juga akan ada beberapa kali hujan.
Baca Juga: Isu Kencan V BTS dan Jennie BLACKPINK Viral, OP Ungkap Alasan Menghapus Fotonya Tiba-tiba
Berita Terkait
-
Ancaman Musim Kemarau, Sumur Warga Tebing Tinggi Empat Lawang Mulai Kekeringan
-
Pemkab Antisipasi Daerah Rawan Kekeringan di Kabupaten Cirebon
-
Bahaya! Ini 15 Kecamatan yang Rawan Kekeringan di DKI Jakarta, Terbanyak di Jakarta Pusat
-
Kisah Menyedihkan Ramadhan di Senegal karena Inflasi, Kekeringan Hingga Perang, Harga Minyak Goreng Juga Naik
-
13 Tahun Dilanda Kekeringan, Chile Berlakukan Penjatahan Air Bagi Warganya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Isi Lengkap Surat Edaran Wali Kota Medan Rico Waas soal Daging Babi yang Picu Protes
-
8 Cara Konsisten Baca Al-Qur'an Selama Ramadan
-
Angka Kemiskinan Sumut 7,24 Persen, Masuk 17 Terendah di Indonesia
-
Play-Ins FFNS 2026 Spring: 36 Tim Perebutkan 9 Tiket Menuju Grand Finals
-
Ekosistem Batang Toru dalam Sorotan: Revisi Tata Ruang, Dorongan KSN, dan Zona Merah