SuaraSumut.id - Industri mata uang kripto berada dalam kecemasan pada Senin (20/6/2022) pagi. Sebab, investor khawatir penularan dari masalah-masalah pada pemain kripto besar dapat melepaskan guncangan besar jika tidak dikendalikan.
Bitcoin yang telah kehilangan 57 persen sepanjang tahun ini dan 37 persen bulan ini, turun di bawah 20.000 dolar AS selama akhir pekan untuk pertama kali sejak Desember 2020. Level tersebut memiliki signifikansi simbolis, karena kira-kira merupakan puncak siklus 2017.
Penurunan harga mengikuti kesulitan di beberapa pemain industri utama, sementara penurunan lebih lanjut dapat berdampak buruk karena investor kripto lainnya terpaksa menjual kepemilikan mereka untuk memenuhi margin call dan menutupi kerugian.
Dana lindung nilai (hedge fund) kripto Three Arrows Capital sedang menjajaki pilihannya, termasuk penjualan aset dan dana talangan oleh perusahaan lain, kata pendirinya kepada Wall Street Journal dalam sebuah berita yang diterbitkan Jumat (17/6/2022), hari yang sama pemberi pinjaman kripto yang berfokus di Asia, Babel Finance, mengatakan akan menangguhkan penarikan.
Pemberi pinjaman yang berbasis di AS Celsius Network awal bulan ini mengatakan akan menangguhkan penarikan, dan banyak masalah industri baru-baru ini dapat ditelusuri kembali ke keruntuhan spektakuler yang disebut stablecoin TerraUSD pada Mei.
Bitcoin diperdagangkan di kedua sisi 20.000 dolar AS pada Senin, sementara token ether, uang kripto terbesar nomor dua berada di 1.075 dolar AS, setelah turun di bawah level simbolisnya 1.000 dolar AS selama akhir pekan.
"Jika pasar bergerak lebih tinggi, semua orang bernafas lega, semuanya akan dibiayai kembali, orang akan meningkatkan ekuitas, dan semua risiko akan hilang. Tetapi jika kita bergerak jauh lebih rendah dari sini, saya pikir itu bisa menjadi badai besar," kata Adam Farthing, kepala kantor risiko untuk Jepang di penyedia likuiditas kripto B2C2.
"Ada banyak kredit yang ditarik dari sistem dan jika pemberi pinjaman harus menanggung kerugian dari Celsius dan Three Arrows, mereka akan mengurangi ukuran buku pinjaman masa depan mereka yang berarti bahwa seluruh jumlah kredit yang tersedia di ekosistem kripto jauh lebih banyak berkurang.
"Rasanya seperti tahun 2008 bagi saya dalam hal bagaimana bisa ada efek domino dari kebangkrutan dan likuidasi," kata Farthing.
Baca Juga: BTC Anjlok 57 Persen, Investor Mulai Khawatir Masa Depan Investasi Kripto
Yang pasti, perkembangan kripto bertepatan dengan penurunan ekuitas, karena saham AS mengalami penurunan persentase mingguan terbesar dalam dua tahun di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga dan kemungkinan resesi yang semakin besar.
Harga bitcoin cenderung bergerak dengan cara yang hampir mirip dengan aset berisiko lainnya seperti saham teknologi.
Uang kripto yang lebih kecil bahkan lebih terpukul daripada token utama karena investor mencari keamanan komparatif dari bitcoin dan stablecoin yang nilainya dipatok dengan aset tradisional, paling sering dengan dolar AS.
Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan kira-kira 870 miliar dolar AS, menurut situs harga Coinmarketcap, turun dari puncaknya 2,9 triliun dolar AS pada November 2021.
Namun, sekalipun kapitalisasi pasar stablecoin telah turun dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan investor menarik uang dari sektor ini secara keseluruhan.
Tether, stablecoin terbesar di dunia telah melihat kapitalisasi pasarnya turun menjadi sekitar 68 miliar dolar AS pada Senin, jatuh dari lebih dari 83 miliar dolar AS pada awal Mei. (Antara)
Berita Terkait
-
Bitcoin Anjlok 17 Persen, Kini Dibanderol Rp 335 Juta
-
Mengenal Crypto Winter, Potensi Tren Penurunan Harga Kripto Tahun 2022
-
Nilai Bitcoin Dikhawatirkan Sentuh US$ 19.000, Investor Mulai Tinggalkan Kripto?
-
Crypto Crash: Harga Bitcoin Longsor, Ethereum Makin 'Hancur'
-
Jadi Saksi Kasus Penipuan Angel Token, Ozy Syahputra Selalu Tahu Kegiatan Angel Lelga
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026
-
Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama
-
Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia
-
Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman