SuaraSumut.id - Polisi melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tiga tersangka agen penyalur pasca digagalkannya pengiriman 212 PMI dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polda Sumut terungkap cara penyalur merekrut dan membawa PMI tersebut.
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, ke 212 PMI direkrut lewat media sosial dengan iming-iming bekerja sebagai panitia keagamaan Forfest Buddha di Kamboja.
"Saat pemeriksaan mereka mengaku akan di pekerjakan di Forfest Buddha (acara keagamaan) di Kamboja dan diimingi gaji Rp 5 sampai 8 juta," kata Panca Putra dalam konferensi pers, Senin (22/8/2022).
Namun dalam penyalurannya, kata Panca Putra, perusahaan penyalur PT MEB mengambil cara yang tak lazim seperti tanpa adanya visa kerja. Bahkan perusahaan itu tidak terdaftar di BP2MI sebagai penyalur tenaga kerja.
Oleh sebab itu, iming-iming kerja dengan gaji tinggi juga diduga akal bulus penyalur saja. Tak jarang PMI malah dipekerjakan sebagai online scam (penipuan) di Kamboja, tanpa adanya perlindungan sama sekali.
"Perusahaan ini berasal dari Jakarta. Mereka merekrut melalui akun sosial media. Sebenarnya, perusahaan ini tidak ada kaitannya tentang pekerja ke luar negeri melainkan networking viber optik," ujar Panca Putra.
Atas temuan fakta tersebut, kata Panca, pihaknya lalu menggagalkan pengiriman 212 PMI Ilegal itu dari Kualanamu beberapa waktu lalu.
Dari pendataan diketahui PMI yang diamankan berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta ada 100 orang, Jambi 28 orang, Sumut 24 orang, Jawa Barat 24 orang, Kalimantan Barat 20 orang.
Baca Juga: Terharu Dapat Bansos Langsung dari Presiden, Warga di Pasar Larangan Sidoarjo: Merinding Aku
"Bandar Lampung 6 orang, Jawa Tengah 5 orang, Pandang 1 orang, Manado 1 orang, Aceh 1 orang dan Palembang 1 orang," ujarnya.
Usai berhasil direkrut, lanjut Panca Putra, mereka lalu dikumpulkan di daerah masing-masing lalu diberangkatkan dari Jakarta. Setelah itu mereka menginap di hotel daerah Kualanamu.
"Pihak PT MEB memesan pesawat yang akan dicharter untuk pemberangkatan ke Kamboja melalui Bandara Kualanamu," kata Panca.
Dalam kasus ini pihaknya telah menetapkan lima orang tersangka yang merupakan penyalur 212 PMI ke Kamboja.
Kelima tersangka berinisial GL, KB alias Cahyadi, Ab, Al dan ACH. Dari kelimanya, polisi mengamankan tiga tersangka yakni Ab, Al, dan ACH.
Panca mengatakan, peran tersangka ada yang sebagai perekrut, menyiapkan fasilitas penginapan, dan menyiapkan keberangkatan pesawat.
Tag
Berita Terkait
-
Hukuman Acing Terdakwa Pengiriman PMI Ilegal Terlalu Ringan, Kejari Bintan Ajukan Banding
-
Polda Sumut Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pengiriman PMI Ilegal ke Kamboja, 2 Orang Masih Diburu
-
Acing Terdakwa Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia Divonis 10 Tahun Penjara
-
Miris! PMI Asal Bali Diekspolitasi Di Turki, Jadi Korban Pelecehaan Saat Bekerja Hingga Sakit Muntah Darah
-
Disnaker Bali Proses Kepulangan PMI Bali Gusti Ayu Vira, Sang Ibu Ceritakan Penyakitnya
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Angkasa Pura Aviasi Pastikan Kesiapan Operasional Penerbangan Haji 2026
-
Liburan Luar Negeri Bikin Untung dengan Promo Eksklusif dari BRI World Access
-
Begal yang Lukai Pedagang Mi Pecal Siang Hari di Medan Ditembak
-
Eks Wakapolda Metro Jaya Meninggal Kecelakaan di Medan
-
JK Ungkit Jasa Jadikan Jokowi Presiden, Gibran Pilih Hormat, Bukan Balas