SuaraSumut.id - Jumlah kendaraan yang melintas di jalan Tol Medan-Binjai, Sumatera Utara (Sumut) hingga Agustus 2022, meningkat tiga kali lipat atau sudah 23.000 kenderaan per hari.
"Awal dioperasikan pada 2007, jumlah kendaraan yang menggunakan jalan Tol Medan-Binjai itu masih 8.000 unit, "ujar Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, Selasa (20/9/2022).
Peningkatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada Tol Medan - Binjai itu tentu saja menggembirakan.
Apalagi, peningkatan juga terjadi di ruas jalan Tol Binjai - Stabat yang dioperasikan awal 2022.
Dari awal beroperasi pada Februari yang rata-rata masih 7.000 sudah menjadi 8.700 kendaraan di Agustus 2022.
Koentjoro mengatakan, PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) telah mengoperasikan dua ruas tol di Sumut.
Pertama Tol Medan-Binjai sejak Oktober 2017 dan Tol Binjai - Stabat yang merupakan bagian dari Tol Binjai - Langsa Seksi 1.
Bertambahnya dua ruas tol di Sumut meningkatkan konekvitas antardaerah dan memperlancar arus transportasi dari Sumut -Aceh - Sumut yang otomatis berpengaruh positif pada perekonomian.
Kehadiran jalan Tol Medan-Binjai-Stabat memangkas waktu tempuh perjalanan menjadi lebih cepat sehingga berpengaruh pada penurunan biaya logistik dan kualitas produk barang yang diangkut.
Koentjoro menyebutkan, peningkatan trafik kendaraan di dua jalan tol itu dampak positif meredanya pandemi COVID-19.
Baca Juga: Jumlah kendaraan yang Melintas di Tol Medan - Binjai Naik Tiga Kali Lipat
Pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat ekonomi semakin baik.
Dia memberi contoh, pada 2022, rata-rata kendaraan yang melintas di Tol Medan - Binjai tinggal 12 ribuan per hari.
Setelah PPKM dilonggarkan pada 2021, lalu lintas kendaraan meningkat menjadi 18ribuan per hari.
"Jalan tol di Sumut akan terbentang sepanjang lebih dari 250 km," katanya.
Masing-masing terdiri atas Tol Medan – Binjai 17,32 km, Tol Binjai – Langsa yang nantinya akan beroperasi sepanjang 53,1 km, Tol Kisaran – Indrapura 47 km dan Tol Kuala Tanjung – Tebingtinggi – Parapat 143 km yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.
“Dengan jalan tol yang membentang panjang di Sumut diharapkan dapat terus mengembangkan provinsi itu dan mendongkrak perekonomian masyarakat," ujar Koentjoro.
Tag
Berita Terkait
-
Jakarta Kembali Macet Usai Libur Lebaran
-
Arus Balik, Volume Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam
-
Polda Banten Prediksi Arus Balik Terjadi Hari Selasa
-
Arus Balik Melalui Jalan Tol Terus Meningkat, Jasamarga Catatkan Volume Kendaraan Naik 90,4%
-
Pergerakan Masih Wajar, Dishub Kulon Progo Prediksi Puncak Arus Balik di H+6 Lebaran
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC
-
Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit