SuaraSumut.id - Salah satu kapasitas fiskal Kota Medan yang bisa ditingkatkan melalui pengelolaan aset atau barang milik daerah (BMD). Wali Kota Medan Bobby Nasution sudah menyusun dan menetapkan beberapa program prioritas pengelolaan BMD. Salah satu program utamanya yakni melakukan sertifikasi aset tanah millik Pemkot Medan.
"Sejak awal sudah saya tegaskan, bahwa aset Pemkot Medan harus didata dengan akurat, lalu dipertahankan dan dilegalisasi. Salah satunya dengan mengurus sertifikat keabsahannya. Jika seluruh aset Pemkot Medan telah absah, maka akan lebih banyak manfaatnya untuk masyarakat," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/10/2022).
Hal tersebut lantas diamini dan dikerjakan oleh bagian aset Pemkot Medan.
"Sertifikasi aset ini bagian dari tata cara pengamanan aset milik Pemkot Medan. Kita tahu alas hak paling tinggi itukan sertifikat. Jadi dengan sertifikasi aset tanah milik Pemkot Medan yang dilakukan ini merupakan cara pengamanan, penertiban, penguasaan dan pemanfaatn dari seluruh aset tanah dan bangunan milik Pemko Medan," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan Zulkarnain Lubis.
Menurut Zulkarnain, Pemkot Medan sejak awal sudah memiliki komitmen dengan Tim Kordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa capaian sertifikasi aset di tahun 2022 sebanyak 200 sertifikat.
"Syukur alhamdulillah, hari ini (20/10/2022) kita sudah berhasil mencapai 206 sertifikat. Dalam serah terima sertifikat dengan Kepala Kantor Pertanahan yang juga dihadiri staf khusus Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) tadi, kita sampaikan target terkait sertifikasi kita revisi. Kita mau paling tidak sampai akhir tahun 2022 selesai 250 sertifikat," ujarnya.
Dirinya mengatakan, Pemkot Medan sebenarnya sudah mengajukan permohonan sertifikat tanah aset kepada Kantor BPN dengan jumlah yang jauh lebih besar lagi. Pengajuan ini masih dalam proses kerena banyak tahapan yang harus dikerjakan BPN.
"Salah satu tahapannya adalah menerbitkan peta bidang tanah melalui pengukuran lapangan. Di samping itu, kita ketahui BPN juga melayani semua permohonan sertifikat dari masyarakat, bukan Pemko Medan saja. Jadi harus kita maklumi prosesnya,” ungkapnya.
Selain itu, kata Zulkarnain, BPKAD terus berkolaborasi melakukan pengukuran dengan Tim Terpadu beserta BPN, kecamatan dan kelurahan. Sebab, terangnya, kadang-kadang tanah yang sudah puluhan tahun agak sulit diketahui lokasinya. Dengan kolaborasi yang dilakukan melalui pengukuran setiap hari, target 250 sertifikat selesai hingga akhir tahun 2022 dapat tercapai.
Baca Juga: Kemenag akan Gelar Kongres Aksara Pegon
Saat ini jumlah persil tanah yang dimiliki Pemkot Medan sebanyak 1.156 persil. Dari jumlah itu, yang sudah bersertifikat sebanyak 817 persil.
"Tahun ini tetap kita upayakan pertambahannya dan tahun depan kita harapkan selesai," harapnya.
"Di tahun 2023 kita targetkan sebanyak 1.156 persil tanah aset milik Pemkot Medan harus sudah bersertifikat. Untuk mewujudkannya kita harus bekerja keras dengan tim yang kuat. Pengamanan aset berkaitan dengan penatausahaan aset. Itu sebabnya penatausahaan aset juga menjadi program prioritas kita," paparnya.
Penatausahaan aset meliputi inventarisasi, pembukuan dan pelaporan. Dalam penatausahaan aset ini, BPKAD melakukan inventarisasi aset dalam tahun ini menggunakan aplikasi digital berbasis Geographic Information System (GIS).
"Dengan aplikasi ini, kita bisa langsung download dan langsung terlihat kedudukan titik kordinat dan foto-foto aset yang kita miliki. Sehingga kita mengetahui seluruh aset tanah dan bangunan secara mobile dimana pun," sebutnya.
Kemudian dalam penatausahaan aset azasnya ada tiga tertib yang harus dipenuhi, yaitu tertib administratif, tertib yuridis dan tertib fisik. Sedangkan jika dibuat dalam bentuk diagram, jelasnya, ada empat klasifikasi tertib yang harus dilakukan yakni clear and clean, clean and not clear, not clear and clean serta not clear and not clean.
Berita Terkait
-
Tokoh Melayu Dukung Bobby Nasution Benahi Gapura Kota Medan
-
Beri Modal Usaha Warga Langkat, Bobby Nasution Didoakan Jadi Gubernur
-
Dear Bobby Nasution, Warga Medan Keluhkan Pengerjaan Drainase di Jalan HM Joni : 'Akses Air Juga Terputus'
-
Bobby Nasution Perkuat Ekonomi Umat Lewat Jaringan Masjid Mandiri
-
Bobby Nasution Diminta Tak Hilangkan Identitas Melayu di Kota Medan
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Promo Pre-Order Samsung Galaxy S26 Series Dapat Halo+ hingga Kuota Besar
-
Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 17,8 Kg Ganja, Pria Asal Sumut Ditangkap
-
Air Mata Amsal Sitepu Didakwa Mark Up Video Profil Desa: Hukum Negara Kita Sedang Tak Baik-baik Saja
-
Stok Beras Sumut Cukup untuk Penuhi Program Bantuan Pangan-Penyaluran ke Mitra
-
Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang Tunjukkan Kemajuan Signifikan