SuaraSumut.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta seluruh dokter di Aceh untuk mengedukasi masyarakat terkait gagal ginjal akut.
"Ini harus kita sebarkan kepada masyarakat agar mengetahui dan mengerti apa yang terjadi pada anaknya," kata Ketua IDI Wilayah Aceh Safrizal Rahman melansir Antara, Senin (24/10/2022).
Ia mengatakan, hingga 22 Oktober 2022, IDAI Cabang Aceh mencatat terdapat 29 anak menderita gagal ginjal akut. Dari jumlah itu, 22 anak di antaranya meninggal dunia.
Untuk itu, IDI perlu mengimbau seluruh dokter yang berperan sebagai kepala dinas, direktur rumah sakit, dan kepala Puskesmas untuk mengaktifkan seluruh unit penyuluhan guna mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap bahaya gagal ginjal akut misterius.
"Sejauh ini ada 22 angka kematian, dan kemungkinan ini akan bertambah," ujarnya.
Dugaan sementara penyakit gagal ginjal akut dari zat etilen glikol dan dietilen glikol dalam obat sirup, yang dianggap menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan ginjal secara akut sehingga disebut gagal ginjal misterius, dan umumnya terjadi pada anak.
Oleh karena itu, seluruh dokter di wilayah Tanah Rencong diminta untuk sementara menghentikan pemakaian obat sirup, dan juga memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya terkait perkembangan kasus gagal ginjal akut misterius.
"Target utama agar seluruh keluarga mengetahui bahwa kita lagi ada masalah dengan penggunaan obat sirup pada anak, sehingga jika selama ini banyak keluarga yang memberi obat dengan membeli sendiri di toko obat, maka untuk sementara berhenti dulu, konsultasi dengan dokter," jelasnya.
Pihaknya juga meminta dokter memberi pemahaman kepada masyarakat tentang gejala gagal ginjal akut yang kerap terjadi pada anak, seperti anak tidak buang air kecil dalam waktu yang lama.
Baca Juga: Demi Kesehatan Bangsa, Gus Muhaimin All Out Perjuangkan Hak Dokter
"Ketika anak berkurang urine, maka ini tanda ginjal sedang terganggu sehingga cepat dilakukan upaya pertolongan," cetusnya.
Selain itu, IDI juga meminta seluruh dokter di wilayah Aceh untuk terus melaporkan ke IDI kabupaten/kota maupun provinsi apabila menemukan peningkatan kasus baru secara signifikan di wilayah kerjanya.
"IDI akan sinergi dengan IDAI, Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota untuk terus mengedukasi masyarakat guna menekan kasus gagal ginjal akut pada anak ini semaksimal mungkin di Aceh," katanya.
Berita Terkait
-
Kasus Gagal Ginjal Akut di Aceh, 22 Anak Meninggal Dunia
-
Gagal Ginjal Akut Renggut Nyawa Anak Indonesia, Kantor BPOM Medan Didemo: Tanggung Jawab dan Minta Maaf!
-
Kasus Diduga Gagal Ginjal Akut Anak Telan Korban Jiwa, Dinkes Depok Imbau Setop Penggunaan Obat Sirup
-
Tak Sempat Dirujuk ke Denpasar, Anak Meninggal Karena Gagal Ginjal di NTT Bertambah
-
Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di Jatim Bertambah Jadi 30 Kasus, 16 Meninggal Dunia
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana