SuaraSumut.id - Terdakwa Dewa Perangin Angin, anak Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin dituntut tiga tahun penjara dalam kasus kerangkeng manusia.
Tuntutan dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (14/11/2022).
Tak hanya Dewa, tiga terdakwa lainnya, yaitu Hendra Surbakti, Hermanto Sitepu dan Iskandar Sembiring juga dituntut masing-masing 3 tahun penjara.
"Menyatakan para terdakwa bersalah dan melanggar hukum sesuai dengan keterangan saksi-saksi. Menuntut terdakwa sesuai Pasal 351 ayat 3 junto Pasal 55 ayat 2 dengan hukuman 3 tahun penjara," kata jaksa melansir Digtara.com--jaringan Suara.com, Selasa (15/11/2022).
Tuntutan yang dibacakan JPU seolah tidak sesuai dengan pasal yang didakwakan. Sebelumnya terdakwa didakwa telah melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP atau 351 ayat (3) KUHP, atas kematian penghuni kerangkeng manusia bernama Sarianto Ginting dan Abdul Sidik Isnur alias Bedul.
Keputusan ini diambil mengingat dan menimbang setelah persidangan dijalani, para terdakwa telah mengabulkan permohonan restitusi untuk pemulihan atau tunjangan kematian terhadap ahli waris para korban.
Demikian juga para keluarga korban yang sudah memaafkan para terdakwa dan mengiklaskan kematian korban.
Usai membacakan tuntutan ke empat terdakwa, ketua majelis hakim meminta berita acara pembacaan tuntutan diserahkan kepada majelis hakim yang sudah ditandatangani.
Majelis Hakim kembali bertanya apakah JPU sudah menyusun tuntutan terhadap berkas Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 7 ayat (2) UU TPPO jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sesuai berkas perkara yang terdaftar yakni 469/ Pid.B/ 2022/ PN Stb.
Baca Juga: Pinkan Mambo Katakan Tunggu Raffi Ahmad Cerai, Warganet Kesal Bercandaan Dianggap Tak Pantas
"Bagaimana JPU, apakah untuk sidang TPPO sudah siap disimpulkan," tanya majelis hakim.
JPU mengaku belum siap terkait berkas TPPO dengan terdakwa Terang Ukur Sembiring, Junalista Surbakti, Suparman Peranginangin dan Rajisman Ginting.
"Belum yang mulia. Kami minta waktu untuk beberapa hari lagi," kata JPU.
Ketua majelis hakim memberi waktu hingga hari Kamis tanggal 17 November 2022 mendatang.
"Jadi hari Kamis depan harus sudah dibacakan tuntutan untuk para terdakwa kasus TPPO. Hari Jumat pagi kita akan memasuki tanggapan (nota pembelaan) dari penasehat hukum terdakwa," kata hakim.
"Tidak ada yang mulia," jawab terdakwa bergantian.
Berita Terkait
-
Kasus Kerangkeng Manusia di Langkat, Hanya Dituntut Tiga Tahun Bui
-
Bupati Langkat Pemilik Kerangkeng Manusia, Divonis Sembilan Tahun Penjara
-
Pemilik Kerangkeng Manusia, Bupati Langkat Terbit Rencana Divonis Sembilan Tahun Penjara
-
Pemilik Kerangkeng Manusia, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Bakal Divonis Hari Ini
-
Saksi Kembali Tidak Hadir di Sidang Kasus Kerangkeng Manusia Langkat, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
2.001 Pos Kamling Ditargetkan Rampung pada Juni 2026
-
Layanan Angkutan Barang Kereta Api Tetap Beroperasi Selama Lebaran
-
Perjuangan Tim Indosat Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan Saat Banjir Landa Aceh Tamiang
-
Wujudkan Rumah Imipan Anda dengan BRI KPR
-
Kenapa Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati? Ini Alasannya