Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Minggu, 23 Juli 2023 | 19:14 WIB
Keluarga memegang foto korban semasa hidup di rumah duka. [Suara.com/M.Aribowo]

Merasa terancam, pelaku lalu mengeluarkan sebilah pisau sangkur dari dalam mobilnya.

"Dibukanya mobil diambilnya sangkur, bayonetlah, sempat ngancam kami," jelasnya.

Meski berada di bawah ancaman, warga sekitar dan korban tetap berusaha mengeluarkan remaja yang dalam kondisi bonyok di dalam mobil.

Tiba-tiba pelaku langsung menghujamkan pisau sangkur ke arah leher korban. Warga yang melihat menjadi takut. Apalagi pelaku masih mengancam dengan memegang sangkur.

Baca Juga: Atok Kirim Video Kegiatan Intim dengan Meylisa Zaara ke Teman Demi Buktikan Kejantanan

"Kita gak nyangka sampai seberani itu, ditikam di bagian leher. Sempat kami tolak masuk parit pelaku, itu bang Jos kena (tikam). Korban tulang saya, saya selamatkan bawa ke rumah sakit, meninggal di Rumah Sakit Adam Malik," cetusnya.

Dalam situasi pelik, pelaku kabur meninggalkan lokasi. Begitu juga dengan remaja yang bonyok di dalam mobil juga menyelinap pergi meninggalkan lokasi.

"Remaja itu rupanya ditangkap sama pelaku saat nonton balap liar dekat SMA 2 Medan (Jalan Avros). Saat ini dia (remaja korban penganiayaan) sudah diperiksa polisi," beber Berto.

"Harapan keluarga ya pelakunya, siapapun itu harus ditangkap oleh pihak kepolisian," sambungnya.

Pihak kepolisian sendiri telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kanit Reskrim Polsek Medan Baru AKP Arjuna Bangun mengatakan pihaknya sedang mengecek kejadian ini.

Baca Juga: Ramai Soal Cara Menyelamatkan Diri saat Dikejar Anjing, Bagaimana Tipsnya?

"Kejadian ini sedang kita cek," katanya.

Load More