SuaraSumut.id - TKD AMIN Sumut melaporkan petugas Dishub Medan terkait dugaan perusakan dan pencurian pentil mobil saat penertiban. Laporan tersebut tertuang dalam STTLP/GAR/B/II/I/2024/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut.
Kabid Pengembangan, Pengendalian, Keselamatan Dishub Medan, Richard Medy Simatupang membantah tuduhan adanya perusakan dan pencurian pentil mobil itu.
"Pentil ini kan kecil, karena anggota juga begitu dikempiskan pentilnya ditaruh di dekat ban itu, ngapailah kita ambil pentil," katanya kepada SuaraSumut.id, Sabtu (6/1/2024).
Richard mengaku telah melakukan sosialisasi dan peringatan penertiban kendaraan yang parkir di atas trotoar.
"Jadi rasa untuk peringatan kita sudah setahun kemarin, dan saya rasa penertiban kita gak di situ saja, di seluruh kota Medan sudah kita lakukan," ujarnya.
Soal dugaan politisasi, Richard juga membantah tudingan tersebut. "Mobil mereka kan jelas parkir di atas trotoar, janganlah dibilang kita politisasi tapi mereka yang mempolitisasi kita. Saya bertugas sesuai dengan SOP dan undang-undang. Untuk apan saya politisasi, saya PNS gak ada hubungannya dengan politik," ungkapnya.
Richard juga mempersilahkan jika ada yang melaporkannya ke penegak hukum terkait dengan penertiban tersebut.
"Yah kami merasa tugas kami seperti biasa aja, kalau memang mereka melapor ke penegak hukum itu hak mereka, kita gak mau membatasi hak masyarakat silahkan saja," ungkapnya.
Sementara itu, Yance Aswin, Koordinator Tim Hukum Nasional AMIN mengatakan, peristiwa terjadi pada Kamis 4 Januari 2024. Awalnya sejumlah ibu-ibu pengajian mengadakan kegiatan di rumah pemenangan AMIN, Jalan Sudirman Medan.
"Mereka itu sebenarnya tidak ada hubungan dengan pasangan 01, cuma pada saat itu mereka meminjam tempat di kantor tim pemenangan daerah untuk melaksanakan pengajian rutin, kita hanya fasilitas," ungkapnya.
Karena lokasi parkir tidak memadai, kendaraan ibu-ibu pengajian parkir di pinggir jalan. Tak lama berselang, petugas Dishub Medan datang melakukan penertiban dan sempat terjadi keributan.
"Akibat ribut-ribut itu, mau tidak mau semua yang ada di Tim Pemenangan AMIN keluar untuk melihat. Ibu-ibu itu ada yang menangis karena ban dikempisi," cetusnya.
Yance menerangkan bukan hanya dikempesin, tapi pentil ban mobil juga hilang. Ada 6 mobil milik ibu-ibu pengajian yang hilang.
"Bukan hanya dikempesin tapi pentil dari ban itu sudah tidak ditemukan, baru ada penanggungjawab bapak Richard, dia menantang silahkan pidana saya," jelasnya.
"Saya pikir ini bisa dikomunikasikan secara baik-baik, dan kalau setelah dikomunikasikan tetap tidak ada tindakan barulah dilakukan penindakan seperti yang mereka harapkan," imbuhnya.
Berita Terkait
-
3 Pemimpin Negara dengan Pendidikan di Bawah SMA: Muka Tebal Suka Tabrak Aturan dan Jahat
-
Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat
-
Ubaidillah Amin Stafsus Menkeu Purbaya Ditunjuk Jadi Komisaris Pelindo
-
Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau
-
Kabar Baik! Tiket Pesawat Natal dan Tahun Baru Bakal Turun hingga 13 Persen
-
5 Kebiasaan Malam Hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal, Jangan Disepelekan!
-
2 Anak Menhaj yang Jadi Tenaga Ahli Mundur Usai Ramai Disorot
-
Cekcok Saat Main Domino Berujung Maut di Abdya, Pemuda 24 Tahun Tewas