Dusun-dusun Terancam Lenyap Berganti Perumahan Mewah
Secara geografis, Desa Sampali di Deli Serdang, letaknya memang sangat strategis, karena bersebelahan langsung dengan Kota Medan bagian timur. Desa ini memiliki luas wilayah 2.393 hektare dan secara administratif Desa Sampali terdiri dari 25 Dusun dan dihuni sekitar 28 ribu jiwa.
Desa Sampali juga terkenal dengan perumahan elite Komplek Cemara Asri, yang di dalamnya terdapat pertokoan, restoran, perumahan mewah supermarket dan danau buatan. Serta terdapat ruas jalan tol yakni Tol H Anif, lokasinya juga tak begitu jauh dari Bandara Kualanamu.
Di desa yang strategis ini juga masih terdapat lahan yang berkaitan dengan areal PTPN II (baik yang aktif maupun eks HGU) dan lahan ini telah dihuni oleh masyarakat. Masuknya investor yang ingin melakukan pembangunan malah menimbulkan konflik.
Anggun Rizal Pribadi selaku kuasa hukum dari Masyarakat Tani Sampali menyampaikan penggusuran terhadap masyarakat yang bermukim di Jalan Jati Rejo, Desa Sampali dan sekitarnya, terkait dengan proyek perumahan mewah Citraland Deli Megapolitan dengan luas sekitar 800 hektare. Pengembang kian beringas mencaplok lahan, karena mengetahui masyarakat yang sudah puluh tahun bermukim, tak memiliki alas hak yang kuat.
"Ini kemungkinan besar 18 dusun akan hilang dari Desa Sampali. Karena Desa Sampali itu ada 25 dusun, yang sudah tergusur ada dua dusun yaitu Dusun 15 dan Dusun 14," ungkapnya.
Rizal mengatakan sebanyak puluhan ribu masyarakat yang terdiri dari wanita, lansia hingga anak-anak di dusun-dusun berikutnya dari 12 ke 25 kemungkinan besar akan juga habis kena gusur.
"Kalau sekarang sekitar ribuan masyarakat yang sudah mempunyai rumah, di luas 860 hektar. Ada pesantren, ada masjid, ada sekolah, ada madrasah, ada gereja, dan ada panti asuhan dan klinik," katanya.
Rizal melanjutkan ketakutan akan menghilangnya dusun ini perlahan menjadi nyata. Sebab, sejumlah rumah masyarakat di Jalan Kesuma Sampali sudah raib dan sedang dalam proses pengerjaan proyek perumahan mewah Deli Megapolitan.
Modusnya sama, masyarakat terusir dengan tali asih atau bertahan dengan ancaman gusur paksa. Penggusuran paksa ini telah terjadi di Jalan Kesuma, pada 31 Mei 2023 silam.
Berita Terkait
-
Pertamina Pastikan Kesiapan Stok BBM, LPG dan Jargas di Sumatera Utara Jelang Lebaran
-
9 Rekomendasi Wisata di Danau Toba, 'Surga' Tersembunyi yang Menarik Dijelajahi
-
8 Rekomendasi Tempat Wisata di Sumut untuk Libur Lebaran 2025, Lengkap dengan Tiket Masuknya
-
Air Terjun Simempar, Wisata Alam Indah di Tengah Hutan Deli Serdang
-
Lau Mentar Canyon, Wisata Alam Gratis dengan View Air Terjun yang Menawan
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Perwira Polisi di Labusel Sumut Dituding Pesta Narkoba saat Lebaran 2025, Ini Faktanya
-
KAI Tambah Kursi Penumpang Rute Medan-Rantau Prapat untuk Arus Balik Lebaran 2025
-
Viral Sepeda Motor Masuk Tol Medan-Kualanamu, Pengendara Mengaku Ikuti Maps
-
Ngeri! Tukang Ojek di Sergai Digorok Penumpang Pakai Cutter
-
Ancam Bunuh Ibu Kandung, Pria di Medan Diamuk Warga