SuaraSumut.id - Masyarakat adat Sipahoras dengan lantang terus menyuarakan perlawanan terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL) atas dugaan perampasan tanah milik masyarakat adat.
Nada perlawanan masyarakat adat ini muncul menyeruak ketika vokalis band Punxgoaran, Guido Virdaus Hutagalung membawakan lagu terbaru berjudul Ro Jo Hamu, diluncurkan Guido melalui akun YouTube sesuai namanya pada Minggu 22 September 2024.
Pesan tegas atas perlawanan terhadap korporasi sudah terdengar kuat saat intro lagu, terdengar sayup-sayup ucapan lirih seorang perempuan dalam lagu.
"Dalam hati saya yang paling dalam, saya bertekad, saya tidak akan mundur sejengkal pun dari tanah (adat) perjuangan ini. Kalaupun saya mati nanti, biarlah mati demi tanah (adat) perjuangan ini, kalau memang tidak ada perhatian pemerintah sama kami," katanya lirih.
Usai bait-baik lagu khas tenor dilantunkan Guido, saat interlude atau intro, di tengah lagu, suara si perempuan kembali muncul.
"Yang ditangkap itu nggak pernah lari dari Sihaporas ini. Pergi berladang, pulang, malam tidur di sini. Kenapa (polisi dan security PT TPL) harus menangkap dini hari, subuh," ucapnya.
"Kenapa harus saat tidur orang itu ditangkap. Kami bukan teroris. kami ini rakyat kecil yang menuntut hak, tanah nenek moyang kami yang diwariskan leluhur)," sambungnya di dalam lagu.
Bagi Anda yang penasaran dengan lirik lengkap lagu yang menggelorakan perlawanan ini, berikut lirik dan terjemahan Ro Jo Hamu:
Tung manang di dia pe hamu
(Saudara ku yang tersebar di seluruh dunia)
Na targoar anak ni bangsonta
(Suadara sebangsa, bertumpah darah yang sama)
Bangso na balga jalan tarpasu-pasu
(Bangsa besar yang terberkati)
Na sian najolo sai manogu-nogu
(Bangsa yang sejak dulu dikenal sebagai pemimpin yang menuntun)
Reff:
On suara nami sian huta
(Dengarkanlah seruan kami yang tinggal di kampung halaman)
Anggukni dakdanak ro di na matua
(Jeritan ratap anak kecil hingga orang tua)
Hatahutan roha nami mar suara
(Dalam bentuk seruan ketakutan)
Tatap hami na gale na so margogo on
(Wahai bangsa ku, lihatlah kami yang lemah dan tak berdaya)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Dongani langka nami soada gogo nami
(Dampingi langkah kami dalam kelemahan kami)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Urupi togu hami unang pasombu hami
(Ulurkan tanganmu, jangan biarkan kami sendirian)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Togari roha nami asa marbisuk hami, paune tano on
(Tegarkan/kuatkanlah kami untuk terus menyatu menjaga kelestarian tanah leluhur kita)
Kembali ke reff
Berita Terkait
-
Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?
-
Menham Pigai Serahkan RUU Masyarakat Adat ke DPR: Rakyat Adat Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
-
Keputusan Menteri tentang Hutan Papua Selatan Diprotes: Apa Dampaknya bagi Masyarakat Adat?
-
Tolak PSN Merauke, Majelis Rakyat Papua Peringatkan Risiko Kepunahan Masyarakat Adat
-
Gandeng Lembaga Riset Negara, Pemkab Sumbawa Akhiri Polemik Komunitas Cek Bocek
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
2.001 Pos Kamling Ditargetkan Rampung pada Juni 2026
-
Layanan Angkutan Barang Kereta Api Tetap Beroperasi Selama Lebaran
-
Perjuangan Tim Indosat Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan Saat Banjir Landa Aceh Tamiang
-
Wujudkan Rumah Imipan Anda dengan BRI KPR
-
Kenapa Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati? Ini Alasannya