SuaraSumut.id - Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah menjadi momen yang sangat berkesan bagi masyarakat Desa Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.
Suasana penuh suka cita dan kekhidmatan menyelimuti lingkungan Mesjid Jami’ Isma’iliyah pada Jumat 6 Juni 2025 kemarin.
Di mana satu ekor sapi kurban jenis limosin seberat 820 kilogram dari Presiden Prabowo Subianto, tiba dan siap disembelih.
Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya dan Wakil Bupati H. Adlin Tambunan memimpin prosesi penyerahan dan penyembelihan hewan kurban ini.
Hadir pula Sekretaris Daerah Suwanto Nasution, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sergai Hazful Huznain, dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sergai.
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tanjung Beringin turut serta dalam acara tersebut.
Camat Nur Chinta Defi Tambunan, Wakapolsek Ipda Brimen Sihotang, Dan Pos AL Letda Pantas Pangaribuan, serta Babinsa Koramil 11/TB Serda Peris Panggabean.
Kehadiran dari pihak Kementerian Pertanian melalui perwakilan Balai Veteriner Medan, Drh. Olivia dan tim, turut memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas dan kelayakan hewan kurban yang diserahkan.
Mereka telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, dan menyatakan bahwa sapi yang dikurbankan tersebut dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Kepala Desa Pekan Tanjung Beringin, Ir. Indra Syahputra, bersama seluruh kepala dusun dan masyarakat setempat tampak antusias, memadati lokasi mesjid untuk menyaksikan momen penuh berkah ini.
"Kami sangat bersyukur dan berharap di tahun-tahun mendatang Desa Pekan Tanjung Beringin kembali terpilih sebagai penerima manfaat qurban," katanya.
Setelah proses pemotongan, daging kurban didistribusikan kepada masyarakat oleh Forkopimcam Tanjung Beringin.
Antusiasme warga terlihat jelas, dan menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepedulian dan sumbangsihnya.
Pemberian hewan kurban ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga simbol dari nilai-nilai luhur Hari Raya Idul Adha, yaitu pengorbanan dan kepedulian sosial.
Kehadiran sapi kurban dari pemimpin negara ini diharapkan dapat membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Serdang Bedagai, khususnya di Tanjung Beringin.
Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas
Berikut adalah beberapa cara atau metode menyimpan daging kurban tanpa kulkas yang bisa dilakukan.
1. Direndam dalam larutan air garam dingin
Merendam daging di dalam larutan air garam dingin bisa menjadi solusi yang tepat untuk menyimpan daging tanpa kulkas atau lemari pendingin.
Caranya cukup sederhana, potongan daging direndam \dalam larutan air garam dengan kadar tertentu di wadah tertutup.
Larutan garam ini berfungsi sebagai pengawet sekaligus menambah cita rasa pada daging yang direndam.
Daging harus disimpan di tempat yang sejuk selama perendaman, serta air garam yang digunakan perlu diganti secara berkala supaya daging tetap segar dan pertumbuhan bakteri bisa dihambat.
Teknik ini populer untuk menyimpan daging sebelum dimasak karena dapat membantu memperpanjang masa simpan daging tanpa kulkas.
2. Dikemas dalam plastik kedap udara
Cara selanjutnya untuk menyimpan daging tanpa kulkas bisa dilakukan dengan menggunakan plastik kedap udara.
Walaupun tidak menggunakan alat vakum khusus, pengemasan daging menggunakan plastik tebal dan rapat bisa membantu memperlambat proses pembusukan.
Usahakan agar mengeluarkan udara sebanyak mungkin dari plastik sebelum menutupnya supaya kontak daging dengan oksigen berkurang karena oksigen merupakan faktor utama yang mempercepat pembusukan dan pertumbuhan bakteri.
3. Dibungkus dengan daun pisang atau daun pepaya
Bahan-bahan alami seperti daun pisang atau daun pepaya juga bisa dimanfaatkan sebagai pembungkus alami daging.
Daun-daun ini mempunyai sifat antibakteri alami sekaligus dapat menjaga kelembapan daging dalam batas yang aman.
Pembungkusan daging dengan daun juga mampu melindungi daging dari debu serta serangga selama penyimpanan.
Daging yang telah dibungkus rapat dengan daun hendaknya disimpan di tempat yang sejuk dan teduh.
4. Penggaraman atau dry salting
Cara selanjutnya adalah dry salting atau penggaraman. Metode ini bisa menjadi cara yang efektif untuk mengawetkan daging. Proses ini dilakukan dengan melapisi seluruh permukaan daging dengan garam kasar secara merata.
Garam ini akan bekerja dengan cara menyerap cairan dari dalam daging sehingga menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi pertumbuhan mikroba yang bisa meyebabkan pembusukan.
Setelah proses penggaraman ini selesai, simpan daging di tempat yang sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat.
5. Pengasapan
Selain teknik dry salting, pengawetan daging juga bisa dilakukan dengan melakukan pengasapan atau smoking.
Pengasapan termasuk salah satu metode tradisional yang sudah digukana sejak lama dan terbukti ampuh untuk menjaga kualitas daging.
Daging dipotong-potong terlebih dahulu kemudian diasapi di dalam ruang pengasapan dengan suhu yang dikontrol sedemikian rupa agar lapisan luar daging menjadi kering dan beraroma khas asap.
Metode ini tidak hanya bisa menghambat pertumbuhan bakteri, tetapi juga menambah cita rasa unik pada daging.
Itulah beberapa cara atau metode yang bisa diterapkan untuk menyimpan daging tanpa kulkas atau lemari pendingin. Selamat mencoba.
Berita Terkait
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Seskab Teddy Beberkan Hasil Pertemuan Empat Mata Prabowo-Kapolri, Ini Isinya
-
Sambut Idul Adha, Berkurban Makin Praktis dan Nyaman lewat BRImo, Berikut Langkah-langkahnya
-
Kapan Idul Adha 2026? Ini Tanggal Resmi dan Prediksi Jadwal Liburnya
-
Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Tim Gabungan Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Pidie
-
Toba Pulp Lestari PHK Karyawan Setelah Izin Operasi Dicabut Pemerintah
-
Profil Syawal Gultom, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia
-
Syawal Gultom, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia
-
Oknum Penyidik Polrestabes Medan Dipatsus Gegara Diduga Lecehkan Tersangka Wanita