Suhardiman
Selasa, 09 September 2025 | 12:00 WIB
Wali Kota Mahyaruddin Salim saat memberikan arahan kepada pelajar yang terjaring Operasi Kasih Sayang karena bolos sekolah. [Antara]

SuaraSumut.id - Pemkot Tanjungbalai bersama Tim Terpadu P4GN, ODGJ, dan Penanganan Gelandangan menggelar Operasi Kasih Sayang (Ops KS) pada Senin 8 September 2025.

Operasi ini dilakukan di sejumlah titik rawan nongkrong pelajar, mulai dari warung internet (warnet), rental PlayStation, hingga warung pinggir jalan.

Hasilnya, sebanyak 17 pelajar tingkat SMP dan SMA terjaring karena kedapatan membolos saat jam pelajaran berlangsung.

Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan siswa SMP, sementara 14 lainnya siswa SMA/SMK.

Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda.

Kepada pelajar yang terjaring, Mahyaruddin mengimbau agar tidak mengulangi perbuatan bolos sekolah, dan wajib menghargai upaya orang tua dalam memberikan pendidikan (menyekolahkan) sebagai bekal untuk masa depan.

"Ini (operasi kasih sayang) adalah bentuk kepedulian Pemkot Tanjungbalai terhadap generasi muda masa depan bangsa. Kami imbau kalian jangan lagi bolos atau tidak mengikuti proses belajar. Ingat orang tua kita, mereka ingin yang terbaik untuk anaknya," kata Mahyaruddin, melansir Antara.

Operasi kasih sayang merupakan tindak lanjut hasil koordinasi bersama KPAI Kota Tanjungbalai yang melaporkan bahwa belakangan ini banyak anak sekolah tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah atau bolos.

Seluruh pelajar yang terjaring akan ditindaklanjuti dengan memanggil orangtua masing-masing dan melakukan kordinasi serta komunikasi dengan pihak sekolah untuk pembinaan.

"Tim akan memanggil para orang tua mereka (pelajar) dan persoalan ini dikembalikan kepada pihak sekolah serta guru. Tujuannnya agar orang tua dan pihak sekolah sama-sama bertanggung jawab terhadap anak dan peserta didiknya," katanya.

Load More