- Dua siswa SMKN di Nias Selatan, terlibat perkelahian pada Kamis, 30 Oktober 2025.
- Siswa berinisial SL meninggal dunia setelah dipukul oleh temannya AL di dalam kelas.
- Polisi telah mengamankan pelaku dan melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.
SuaraSumut.id - Duel maut antara siswa SMK pada Kamis, 30 Oktober 2025, terjadi di SMKN 1 Pulau-Pulau Batu, Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara.
Adapun kedua pelajar yang terlibat perkelahian yakni SL (14) dan AL (14). Perkelahian ini mengakibatkan SL mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis.
Polisi yang mendapat informasi kejadian ini kemudian turun tangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Nisel Aipda Apriandi Ginting ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id menjelaskan kalau pihak kepolisian sudah mengamankan satu pelaku.
"Iya (satu pelaku) sudah diamankan," ujarnya, Minggu 2 November 2025.
Apriandi mengatakan perkelahian ini terjadi pada saat jam proses belajar mengajar sekira pukul 09.00 WIB.
"Korban dan pelaku sedang berada di dalam kelas dan pada saat itu guru tidak ada masuk ke dalam kelas," ungkapnya.
Awalnya, pelaku berinisial AL sedang makan di meja kelas kemudian korban mengatakan kepada pelaku kata-kata kasar. Pelaku yang tak terima, lalu membalas perkataan kasar korban.
"(Korban mengatakan) binatang kali kau, kemudian pelaku menjawab "kenapa kau bilang aku binatang, kau juga binatang"," ungkap Apriandi menjelaskan.
Sejurus kemudian, korban menjumpai pelaku dan memukul bagian kepala pelaku sebanyak 1 kali.
"Pelaku berdiri dari tempat duduk dan korban memukul kembali pelaku sebanyak 3 kali di bagian kepala," imbuhnya.
Usai dipukul korban, lanjut Apriandi menjelaskannya, pelaku lalu membalas dengan mengatakan.
"Cuma itu yang kau kasi," kata pelaku.
Pada saat korban berbalik dan kembali ke meja nya atau membelakangi pelaku, AL langsung memegang tangan korban dan lmemukul kepala bagian belakang korban dengan brutal.
"Sehingga korban tersungkur di lantai dan tidak sadarkan diri," imbuhnya.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong. Polisi yang mendapat laporan kejadian ini kemudian mengamalkan AL untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
-
Care for Sumut Charity Run: Berlari di GBK untuk Bantu Korban Banjir Sumatera Utara
-
Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan
-
Gajah yang Mendengar Suara Semut
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Heboh Kakek Penjual Mainan Diduga Cabuli Anak SD di Deli Serdang, Polisi Tahan Pelaku
-
Listrik Padam 8 Jam di Padang Lawas 14 Februari 2026, Ini 13 Kecamatan yang Terdampak
-
86 Keluarga di Tapanuli Utara Terima Dana Perbaikan Rumah Rusak Pascabencana Banjir dan Longsor
-
50 Kepala Desa Aceh Barat Diultimatum Kembalikan Temuan Dana Desa, Bupati Ancam Pemberhentian
-
Frank & co Hadirkan Store Wajah Baru di Sun Plaza