- Seorang Kepala Desa berinisial BM melakukan perbuatan cabul terhadap dua anak di bawah umur.
- BM ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.
- Kasus bermula dari laporan pihak keluarga korban pada 3 Juli 2025.
SuaraSumut.id - Seorang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut), berinisial BM (50) ditangkap polisi atas dugaan kasus cabul.
BM diduga melakukan perbuatan cabul terhadap dua orang anak di bawah umur. Usai ditetapkan tersangka, polisi kemudian melakukan penahanan terhadap oknum kades tersebut.
"Penahanan dilakukan pada Rabu 29 Oktober 2025 setelah proses penyelidikan yang berlangsung sejak Juli lalu," kata Kasat Reskrim Polres Toba Iptu Erikson David Hutauruk, Jumat 7 November 2025.
Ia menjelaskan kasus tersebut bermula dari laporan pihak keluarga korban pada 3 Juli 2025.
"Anak korban memberitahukan kepadanya bahwa terlapor pernah menyuruh anak korban untuk meremas dan memijat alat kelamin terlapor," kata Erikson.
Keluarga korban yang menerima informasi itu kemudian merasa keberatan dan kemudian melaporkannya ke pihak berwajib.
Erikson menjelaskan pihaknya sudah melakukan visum di RSUD Porsea terhadap kedua anak korban Bunga dan Mawar (nama samaran). Sesuai hasil visum, tidak ditemukan luka pada alat kelamin anak korban.
"Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap anak korban yaitu Bunga dan Mawar. Menurut keterangan kedua korban bahwa mereka pernah disuruh oleh pelaku untuk melakukan perbuatan cabul terhadap pelaku, yaitu dengan cara memijat alat kelamin dan menggerakkan tangan maju mundur pada alat kelamin pelaku," ucapnya.
Berdasarkan keterangan kedua anak korban, pelaku BM merupakan Kepala Desa Jangga Dolok.
hadap anak saksi kita sebut saja Melati (12). Sesuai dengan keterangannya bahwa awalnya saksi dirinya bersama-sama dengan Bunga dan Mawar datang ke rumah Kepala Desa itu untuk meminta pekerjaan.
"Sebagaimana biasanya mereka datang untuk mencari pekerjaan agar diberikan upah. Pada saat itu, saksi tidak mau untuk melakukan pekerjaan yang dikatakan oleh pelaku dikarenakan disuruh untuk mengolesi minyak, namun Bunga dan Mawar mengiyakannya," katanya.
Sementara pelaku membantah dirinya melakukan perbuatan cabul terhadap kedua korban.
"(Pelaku mengaku) tidak ada melakukan perbuatan cabul terhadap kedua anak korban. Akan tetapi, ianya memang pernah menyuruh kedua korban untuk memijit kakinya akan tetapi di ruang terbuka dan disaksikan oleh istrinya," kata Kasat.
Penyidik Unit PPPA Sat Reskrim Polres Toba juga telah melakukan gelar perkara dan menetapkan status tersangka terhadap oknum Kades tersebut.
"Terhadap tersangka dilakukan penahanan," tukasnya.
Berita Terkait
-
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
-
Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan
-
Viral Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di Area Makam, Kepala Desa Cigobang Beri Klarifikasi
-
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga
-
Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif MedanBerastagi, Ditargetkan Rampung 2029
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
Terkini
-
Pencuri Bakar Etalase Minimarket, Modus Alihkan Perhatian Karyawan
-
Berawal Kecelakaan Motor, Polisi Temukan Kebun Ganja 4,5 Kg di Karo
-
1.948 Jiwa Terdampak Banjir di Kota Medan
-
Asap Karhutla Selimuti 14 Kabupaten di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
-
Kapan Puasa Ramadan 2027? Ini Perkiraan Tanggalnya