- RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang tetap beroperasi pascabencana berkat kolaborasi lintas sektor penting.
- Pertamina memastikan ketersediaan energi (BBM untuk genset) dan air bersih harian untuk operasional rumah sakit.
- Sejak dibuka kembali 9 Desember, rumah sakit tersebut telah melayani ratusan pasien rawat inap dan rawat jalan.
SuaraSumut.id - Di balik dinding RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, perjuangan untuk nyawa tak pernah mengenal kata jeda. Meski bencana sempat melumpuhkan akses dan infrastruktur wilayah, rumah sakit ini tetap berdiri sebagai pelita harapan bagi warga. Di tengah situasi menantang tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan kesehatan tetap berjalan tanpa henti.
Bagi Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, memastikan rumah sakit dapat beroperasi kembali dan memberikan layanan pascabencana adalah tentang kecepatan dan kepastian. Untuk mengaktifkan kembali layanan medis, dibutuhkan fondasi utama yang stabil, energi dan air bersih.
"Dalam masa transisi pemulihan pascabencana, kestabilan energi menjadi krusial. Listrik adalah nyawa bagi peralatan medis. Kami sangat mengapresiasi dukungan Pertamina yang sigap memasok suplai BBM secara penuh untuk genset. Hal ini menjadi komplementer yang sangat penting untuk memastikan listrik di rumah sakit tetap terjaga 24 jam, mengantisipasi fluktuasi daya yang kerap terjadi di masa pemulihan," kata Andika.
Selain energi, keterbatasan akses air bersih akibat gangguan infrastruktur publik menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah Pertamina hadir memperkuat layanan rumah sakit. Secara konsisten, Pertamina menyuplai 1 hingga 2 tangki air bersih setiap harinya agar proses sterilisasi dan kebutuhan sanitasi pasien tidak terganggu.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan, program Pertamina Peduli merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan dalam menjaga agar layanan publik seperti Rumah Sakit dapat beroperasi dalam kondisi darurat.
Fokus pemulihan mulai dari pembersihan infrastruktur, pemulihan listrik, air, serta memastikan logistik medis tersedia, agar layanan kesehatan bisa berjalan optimal.
"Pemenuhan nutrisi bagi paramedis dan pasien kami support melalui dapur umum Pertamina Peduli, dimana para pejuang medis dan pasien mendapatkan asupan makanan bergizi tiga kali sehari," ujar Baron.
"Kami menyadari bahwa tenaga kesehatan dan pasien adalah prioritas. Dukungan logistik dan perbaikan sanitasi yang dilakukan Pertamina membantu kami fokus sepenuhnya pada penyembuhan pasien," imbuh Andika.
Pascabencana, RSUD Muda Setia Aceh Tamiang kembali dibuka pada 9 Desember lalu. Hingga akhir tahun 2025 tercatat 507 pasien rawat inap telah dilayani, 2.350 pasien mendapatkan layanan rawat jalan, 48 pasien mendapatkan tindakan operasi, 8 pasien dirawat di fasilitas ICU, 20 pasien menjalani tindakan cuci darah, setta 656 pasien ditangani di Unit Gawat Darurat.
“Harapan kami Pertamina terus mendukung dalam hal suplai air dan BBM untuk menghidupkan listrik, agar pelayanan bisa tetap terjaga. Karena orang sakit tidak bisa menunggu dan harus segera dilayani dalam keadaan apapun. Dukungan Pertamina sangat penting dalam menjaga denyut nadi rumah sakit, dan kami harapkan akan terus tersedia hingga keadaan kembali normal”, kata Andika
Komitmen Pertamina hadir di tengah masyarakat sebagai wujud kehadiran negara, dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana.
"Energi bukan sekadar komoditas, melainkan kekuatan untuk menyambung nafas dan harapan di tengah masa pemulihan," kata Baron.
Berita Terkait
-
Pengacara Ungkap Fakta Mengejutkan: 99% Surat Tuntutan Kerry Riza Copas dari Dakwaan
-
Pengabdian di Garis Depan Energi: Gugurnya Sang Pilot Pembawa BBM Satu Harga
-
Eks Pimpinan KPK Bingung Soal Dakwaan di Perkara Pertamina: Ini Apa Sih Esensinya?
-
Bappenas Siapkan Rp56,3 Triliun untuk Bangun Kembali Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera
-
Sidang hingga Jam 4 Subuh, Pengacara Kerry Riza Ingatkan Penegakan Hukum Jangan Kejar Tayang
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Polisi Gagalkan Penyelundupan 95 Kg Sabu Tanjung Balai-Medan, Perompak Laut Terlibat
-
Strategi Konservasi Agincourt Resources Sudah Memenuhi Prinsip Hierarki Mitigasi
-
Tangis Histeris ABK Medan Dituntut Hukuman Mati Kasus Sabu 2 Ton: Hukum di Indonesia Tumpul
-
BI Aceh Siapkan Rp4 Triliun Uang Layak Edar untuk Lebaran, Penukaran Dimulai 23 Februari 2026
-
Heboh Warga Aek Ngadol Sebut Kades Tahan ATM dan Buku Rekening Bantuan Bencana