- Pasangan suami istri pemilik usaha kuliner di Makassar diduga menyekap dan memerkosa karyawannya berinisial KH (22) pada 1-2 Januari 2026.
- Motif aksi ini adalah ancaman tidak dibayar gaji selama 15 tahun jika korban menolak perintah pelaku sesuai keterangan YPMP Sulsel.
- Pasangan tersebut disangkakan pasal kekerasan seksual dengan ancaman pidana 12 tahun penjara dan denda Rp300 juta.
SuaraSumut.id - Kasus kekerasan seksual yang melibatkan pasangan suami istri (pasutri) pemilik usaha kuliner mengguncang publik Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Seorang pegawainya berinisial KH (22) diduga menjadi korban penyekapan hinga pemerkosaan yang direncanakan sang majikan. Motif istri majikan merekam aksi tersebut diduga agar korban bekerja tidak mendapatkan gaji.
Hal ini dikatakan oleh pendamping korban dari Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan (YPMP) Sulsel Alita Karen, melansir suarasulsel, Senin, 5 Januari 2026.
"Korban diancam tidak akan digaji dan dipaksa tetap bekerja selama 15 tahun jika tidak menuruti perintah pelaku," katanya.
Menurutnya, korban berada dalam posisi sangat rentan karena relasi kuasa yang timpang antara pekerja dan pemberi kerja. Ketergantungan ekonomi serta keterbatasan ruang aman membuat korban sulit melawan atau melarikan diri.
Peristiwa ini diduga terjadi di Barombong Makassar pada 1-2 Januari 2026. Korban disekap istri pelaku dan disuruh berhubungan badan kemudian direkam.
"Setelah korban dipukuli, ditendang, (tetap) tidak mau ngaku dimintalah suaminya untuk berhubungan badan ke si korban. Korban sudah ga mau, tapi dipaksa. Itu dilakukan bahkan dua kali divideokan," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana.
Aksi kekerasan seksual itu terjadi dua kali di hari dan lokasi yang sama. Kedua peristiwa itu direkam oleh istri pelaku menggunakan telepon genggam.
"Rekaman (video) tidak disebarluaskan, tapi dijadikan alat oleh pelaku untuk membuktikan dugaan perselingkuhan. Namun, cara pembuktian ini jelas salah," ungkapnya.
Dari video yang disita terlihat korban dalam kondisi tertekan dan menangis. Rekaman itu menjadi salah satu alat bukti utama dalam penetapan tersangka.
"Aksi jahat ini sudah direncanakan oleh perempuan atau sang istri karena dia yang memancing dulu dan si korban dipancing datang, dikurung dengan suaminya. Alhamdulillahnya korban bisa keluar dan minta dijemput sama kerabatnya," kata Arya.
Pasangan suami istri ini disangkakan Pasal 6B dan C juncto Pasal 14 ayat 1A dan ayat 2 UU nomor 2012 tahun 2002 tentang kekerasan seksual dengan ancaman pidana penjara 12 tahun dan denda Rp300 juta.
Berita Terkait
-
Susah Payah Kalahkan PSM, Mauricio Souza Was-was Rumput JIS Bisa Bikin Persija Ketiban Sial
-
VAR Mati, Thomas Trucha Nilai PSM Makassar Tak Pantas Kalah dari Persija
-
Pelaku Percobaan Pemerkosaan Lansia di Gunungkidul Ternyata Pelajar, Kini Dititipkan ke LPKA
-
Laga Panas BRI Super League, Persija Jakarta Susah Payah Gebuk PSM Makassar 2-1
-
Dinamika Kepemimpinan Kampus di Sulsel Uji Netralitas dan Independensi Akademik
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Polisi Gagalkan Penyelundupan 95 Kg Sabu Tanjung Balai-Medan, Perompak Laut Terlibat
-
Strategi Konservasi Agincourt Resources Sudah Memenuhi Prinsip Hierarki Mitigasi
-
Tangis Histeris ABK Medan Dituntut Hukuman Mati Kasus Sabu 2 Ton: Hukum di Indonesia Tumpul
-
BI Aceh Siapkan Rp4 Triliun Uang Layak Edar untuk Lebaran, Penukaran Dimulai 23 Februari 2026
-
Heboh Warga Aek Ngadol Sebut Kades Tahan ATM dan Buku Rekening Bantuan Bencana