Suhardiman
Minggu, 11 Januari 2026 | 12:29 WIB
Mobil bekas tabrak. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Mobil bekas tabrak menawarkan harga jual lebih rendah 20–50% dibanding mobil normal, cocok bagi konsumen beranggaran terbatas.
  • Risiko utama meliputi potensi masalah kenyamanan dan keselamatan jika kerusakan menyentuh sasis, serta nilai jual kembali rendah.
  • Pembeli disarankan menggunakan jasa inspektor independen untuk memastikan kerusakan hanya bersifat minor, bukan struktural.

Mobil dengan riwayat kecelakaan berat umumnya memiliki nilai jual kembali yang lebih rendah, meskipun sudah diperbaiki. Hal ini perlu dipertimbangkan jika Anda berencana menjualnya kembali dalam waktu dekat.

3. Sulit Dideteksi oleh Orang Awam

Kerusakan struktural sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Tanpa pengecekan menyeluruh atau bantuan mekanik profesional, pembeli berisiko melewatkan masalah besar yang baru terasa setelah mobil digunakan.

Tips Aman Membeli Mobil Bekas Tabrak

Agar tidak merugi, berikut beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan tabrakan hanya bersifat minor, seperti bumper, pintu, atau fender
  • Hindari mobil dengan sasis bengkok atau rangka dilas ulang
  • Periksa kelurusan roda dan rangka menggunakan alat khusus
  • Lakukan test drive untuk mengecek kestabilan dan kenyamanan
  • Gunakan jasa inspektor mobil independen
  • Cek dokumen dan riwayat servis kendaraan
  • Jika kondisi mobil remuk parah atau bekas kecelakaan berat, sebaiknya urungkan niat membeli, meskipun harganya sangat menggiurkan.

Membeli mobil bekas tabrak bukanlah keputusan yang sepenuhnya salah, selama dilakukan dengan pengetahuan, perhitungan, dan pemeriksaan yang matang.

Keuntungan harga murah bisa menjadi nilai tambah, namun risiko teknis tidak boleh diabaikan. Dengan pendekatan yang tepat, mobil bekas tabrakan ringan masih layak menjadi pilihan ekonomis dan fungsional.

Load More